Jelang Nyepi, Permintaan Telor Ayam di Bali Meningkat

Konfrontasi - Permintaan telor ayam broiler di Pasar Tradisonal Badung, Bali mengalami peningkatan hingga 50 persen menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1937.

"Sebelum Hari Raya Nyepi biasanya hanya mampu menjual 600 butir telur per harinya, namun saat ini mencapai 1.300 butir telur per harinya," ujar Ketut Wijana, pedagang telor ayam broiler di Pasar Badung Bali, Kamis (19/3).

Ia mengatakan dalam dua hari ke depan distributor telor ayam tidak lagi menjual kepada pedangan di pasar setempat sehingga para konsumen membeli kebutuhan pokok itu mulai hari ini hingga Jumat (20/3) untuk persediaan menjelang Nyepi.

Ketut Wijana menuturkan untuk stok telor ayam didistributor masih cukup banyak sehingga pihaknya tidak mengkhawatirkan terjadinya lonjakan harga barang akibat permintaan konsumen terhadap telor ayam itu.

"Untuk telor ayam broiler itu, jelas dia, ukuran besar dijual dengan harga Rp1.200 per butir, dan sedang (Rp1.100)," ujarnya.

Pihaknya mengakui telor ayam broiler itu didatangkan dari Kabupaten Tabanan, Bali, dan Bangli yang sangat mendukung ketersediaan jenis barang kebutuhan pokok itu.

Sebelumnya, harga telor ayam sempat mengalami lonjakan harga hingga Rp1.300 per butir akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi beberapa waktu lalu.

Namun, kenaikan harga telor ayam tersebut hanya beberapa minggu saja dan kembali mengalami penurunan harga setelah adanya pemberitahuan dari pemerintah setempat.

"Saat ini omset penjualan bisa mencapai Rp1,3 juta hingga Rp1,5 juta menjelang Hari Raya Nyepi saat ini," katanya.

Selain menjual telur ayam, pihaknya juga menjual telur ayam kampung dan telur bebek. Namun, untuk permintaan konsumen untuk jenis telur tersebut tidak mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

"Untuk telur ayam kampung saya jual Rp1.700 per butirnya dan telur bebek (Rp2.200)," ujarnya.

Hal berbeda dikatakan Komang Elis, pedagang di Pasar Kumbasari, Denpasar, Bali mengakui untuk penjualan telur ayam saat ini mengalami peningkatan hingga 10 persen, dimana sebelum Hari Raya Nyepi mampu menjual 500 butir telur. Namun, saat ini menjual 600 butir telur.

"Kenaikan permintaan telur saat ini tidak cukup signifikan karena banyaknya pesaing yang ada. Namun, keuntungan jauh lebih banyak dibandingkan sebelum Hari Raya Nyepi," ujar Komang Elis.

Ia mengakui untuk harga telur ayam saat ini masih cukup stabil dimana untuk ukuran yang besar dijual Rp1.200 per butirnya dan untuk ukuran kecil Rp1.000 per butirnya.

"Untuk omset penjualan telur ayam saat ini dibandingkan sebelum Hari Raya Nyepi sebelumnya hampir sama," ujar Komang Elis.(rol/ar)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA