30 January 2020

Jelang May Day, Apindo Bantah Pengupahan Buruh RI Rendah

Konfrontasi - Demo buruh saat ini masih menjadi polemik bagi dunia usaha di Indonesia. Sebab hingga saat ini buruh masih menuntut berbagi fasilitas hingga kenaikan gaji dari perusahaan. Padahal, saat ini dunia usaha tengah mengalami kesulitan dalam mengembangkan usaha ditengah perlambatan ekonomi global.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Haryadi Sukamdani mengungkapkan, saat ini upah buruh di Indonesia sudah lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara tetangga di Indonesia.

Padahal, kenaikan upah di Indonesia berbanding terbalik dengan produktifitas yang menurun. Dengan begitu, seharusnya para buruh tak lagi menuntut kenaikan upah dan fasilitas penunjang lainnya.

"Untuk upah Kita lihat data terakhir per 29 Desember, di Indonesia paling rendah Rp1.425.000 dan tertinggi Rp3.330.000. Padahal Thailand hanya USD248 (Rp3.298.000 dengan kurs Rp13.300 per USD). Thailand ini sudah tinggi ya dibandingkan dengan negara lainnya," ujar Haryadi dalam diskusi mengenai pasar tenaga kerja di Indonesia di Gedung UGM, Jakarta, Sabtu (27/2/2016).

Dia melanjutkan, saat ini pemerintah perlu membangun banyak industri kreatif. Hal ini diperlukan agar tenaga kerja yang tidak berpendidikan sarjana dapat meningkatkan taraf kehidupan perekonomian. Sehingga, para buruh tidak lagi bergantung pada besarnya upah dan fasilitas seperti yang dituntut selama ini.

"Kalau level pendidikan kita itu rendah, kita butuh industri yang cocok. Butuh industri yang dapat meningkatkan skill mereka," tukasnya. (oke/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...