Jelang Akhir Tahun, Anggaran PEN Baru Terserap 58,7%

KONFRONTASI- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sampai 18 November baru 58,7% dari pagu anggaran sebesar Rp695,2 triliun. Berdasarkan laporan Kemenkeu realisasi anggaran program PEN baru mencapai Rp408,61 triliun.

"Selama ini kita lihat realisasi program PEN mengalami kenaikan dari tingkat pemanfaatannya mencapai 58,7 persen. Terutama didukung oleh realisasi belanja sosial," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani melalui video virtual, Senin (23/11/2020).

Dia merinci realisasi untuk sektor kesehatan adalah Rp37,31 triliun dari pagu Rp97,26 triliun. Untuk perlindungan sosial realisasinya sebesar Rp193,07 triliun dari Rp234,33 triliun, dan sektoral K/L dan Pemda terealisasi Rp35,33 triliun dari Rp65,97 triliun. Selanjutnya untuk dukungan UMKM sudah direalisasikan sebesar Rp96,61 triliun dari Rp114,81 triliun, insentif usaha terealisasi Rp44,3 triliun dari Rp120,6 triliun, dan pembiayaan korporasi yang sudah disalurkan sebesar Rp2 triliun dari Rp62,2 triliun.

"Tapi juga kita liat untuk TKDD, ada dana insentif daerah dan cadangan DAK Fisik ada terjadi realisasi yang cukup signifikan, dan juga pembiayaan BUMN yang sudah mulai mendapatkan PMN-nya pada November ini," jelasnya.

Sementara itu, realisasi program PEN yang bersifat Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) terdiri dari Rp1,84 triliun di anggaran kesehatan, Rp18,95 triliun di perlindungan sosial, serta Rp12,2 triliun di sektoral K/L dan pemda untuk Dana Insentif Daerah (DID) Pemulihan Ekonomi serta cadangan DAK Fisik.(mr/snd)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...