Jasa Marga Akui Pembayar Tol Nontunai Baru 30%

Konfrontasi - Jasa Marga Cabang Semarang mengakui pengguna jalan tol yang melakukan transaksi nontunai untuk pembayaran biaya jalan bebas hambatan di seputaran Semarang selama ini baru sekitar 30% dari total transaksi.

“Penggunaan nontunai di tol masih sekitar 30%. Paling tinggi, ada di Gerbang Tol Tembalang,” ungkap Deputy General Manager Finance Jasa Marga Semarang, Agus Priyanto, di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (15/9/2017).

Hal tersebut diungkapkannya di sela-sela sosialisasi transaksi pembayaran nontunai di Gerbang Tol Gayamsari bekerja sama dengan jajaran perbankan, yakni Bank Mandiri, BTN, BRI, dan BNI. Dalam sosialisasi itu, para petugas dari perbankan bersama Jasa Marga membagikan brosur transaksi nontunai, sekaligus menawarkan penjualan kartu e-toll kepada pengguna jalan tol.

Pelaku transaksi nontunai untuk pembayaran tol paling rendah berdasarkan catatanya terdapat di Gerbang Tol Gayamsari dan Muktiharjo, sehingga kedua titik itu terus digencarkan sosialisasi sebelum penerapan pada Oktober 2017.

“Kami mulai sosialisasi di kedua gerbang tol ini lebih awal karena pengguna nontunainya di Gayamsari dan Muktiharjo ini lebih rendah dibandingkan gerbang tol lainnya,” katanya.

Rencananya, kata dia, penerapan transaksi nontunai di Gerbang Tol Gayamsari dan Muktiharjo dimulai lebih awal, yakni 30 September 2017, sementara di Tembalang dan Manyaran dimulai 31 Oktober 2017. Ia menyatakan telah menyiapkan mesin reader untuk membaca transaksi elektronik di gerbang tol yang ditargetkan pada pekan ketiga September 2017 sudah terpasang.

Saat ini, kata dia, sudah ada empat bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang turut serta menyosialisasikan transaksi pembayaran nontunai di gerbang tol.

“Empat bank itu, yakni Bank Mandiri, BTN, BRI, dan BNI. Rencananya, dari BCA juga akan masuk. Masing-masing bank menyediakan sedikitnya 10.000 kartu uang elektronik per minggu,” katanya.

Sementara itu, Regional Transaction And Consumer Head Bank Mandiri Region VII Jawa 2 Jateng dan DIY Zedo Faly menyebutkan tingkat transaksi nontunai di jalan tol terus meningkat sejak Januari-Juli 2017.

“Kami optimis transaksi nontunai di semua ruas tol di Jateng tol bakal naik 200 % hingga akhir tahun ini, setelah penerapan pembayaran dengan pengunaan kartu nontunai diberlakukan mulai Oktober mendatang,” katanya.

Ia menjelaskan sebenarnya banyak keuntungan yang diperoleh jika kebijakan pembayaran tol secara nontunai sepenuhnya diberlakukan, baik bagi pihak operator maupun masyarakat pengguna jalan tol.

“Dari masyarakat, membayar tol melalui transaksi nontunai lebih memberikan rasa aman. Sebab, jumlah uang yang dibayarkan lebih akurat, tidak perlu penghitungan uang kembali, uang kembalian jatuh, dan sebagainya,” katanya.

Dari sisi pengelola, kata Zedo, elektronifikasi pembayaran tol itu bisa menurunkan risiko, antara lain fraud karena proses manual oleh manusia, kesalahan penerimaan dan pengembalian, uang palsu, dan keamanan saat pengumpulan uang tunai. (solops/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...