17 August 2018

Investasi Perikanan di Indonesia Timur Butuh Biaya Mahal

KONFRONTASI-Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menawarkan beberapa strategi kepada pemerintah terkait investasi di sektor perikanan dan kelautan agar para pelaku usaha perikanan mau berinvestasi di Indonesia Timur.

"Untuk melakukan investasi di Indonesia timur memerlukan biaya tinggi, oleh karena itu Pemerintah perlu memberikan dorongan secara khusus untuk investasi di kawasan timur tersebut agar potensi di kawasan tersebut dapat dimanfaatkan demgan maksimal," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (4/11).

Dia menjelaskan ada beberapa cara yang Kadin tawarkan kepada pemerintah yakni memberikan insentif yang dapat menjamin kepastian usaha dan keuntungan.

"Misalnya insentif pajak, bunga bank dan kemudahan perijinan kepada investor," katanya.

Selanjutnya membangun sistem transportasi efesien yang menjamin kepastian waktu, biaya dan keamanan, yang mendekatkan daerah produksi di timur dan pasar di barat Indonesia dengan membangun beberapa pelabuhan di sentra-sentra produksi.

"Juga memerlukan transportasi yang cepat misalnya cargo udara seperti yang dilakukan Menteri KKP Susi dalam hal pengangkutan lobster untuk dieskpor," katanya.

Kemudian, dia menyarankan Pemerintah memberikan apresiasi dan dorongan serta dukungan kepada pengusaha yang sudah berinvestasi di kawasan timur agar terus berkembang dengan memberikan insentif yang lebih menarik.

Guna mendukung hal tersebut, dia mendorong pemerintah untuk segera membangun pembangkit energi listrik di sentra-sentra produksi maupun pengelolahan untuk dapat menekan biaya operasi khususnya pertambakan udang, karena dengan penggunaan BBM biaya produksi sangat tinggi.

"Kami juga mendorong agar pemerintah segera membangun cold storage dan pabrik-pabrik pengelolahan ikan dan rumput laut," katanya Selain itu, dia menambahkan kualitas sumber daya manusia khususnya di bidang perikanan dan kelautan perlu ditingkatkan melalui pelatihan maupun pendidikan keterampilan.

"Pelatihan ini misalnya bangaimana menangkap ikan dengan benar bukan dengan cara-cara yang tidak benar seperti bom. Dengan pendidikan ini mereka menjadi tenaga terampil dan berguna," katanya.[mr/bs]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


loading...