Indonesia Salah Satu Penghasil Kopi Terbesar, Tapi Ekspor Masih Minim

KONFRONTASI -     Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kasan menceritakan keheranan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi karena Indonesia masih menjadi negara pengekspor ke-9 dunia. Padahal secara jumlah, RI merupakan produsen kopi terbesar dunia nomor 4.

Ia menyebut Lutfi menggarisbawahi Swiss yang notabene bukan merupakan produsen biji kopi tapi mampu menjadi eksportir terbesar ketiga dunia, melampaui Indonesia.

Kasan menyebut hal ini menunjukkan kuantitas yang dihasilkan tidak setara dengan nilai ekonomis yang diraup. Ia mengakui biji kopi dari Indonesia masih kalah kualitas dari negara-negara Eropa.


 Mengutip data dari World Exports, Indonesia mencatatkan nilai ekspor sebesar US$879,4 juta pada 2019 lalu atau hanya 2,9 persen dari nilai total ekspor dunia. Sedangkan Swiss yang menduduki posisi ketiga mencatat nilai ekspor senilai US$2,5 miliar atau 8,3 persen dari total ekspor global.

"Catatan dari Mendag, beliau ada pesan kenapa Swiss bisa jadi eksportir melampaui Indonesia? Feeling saya cuma satu, kita memang produsen nomor empat, tapi itu kan kuantitas, tapi eksportir ini nomor 9 bukan soal kuantitas tapi kualitas," katanya pada Webinar Kemendag bertajuk Strategi Peningkatan Ekspor Kopi ke Pasar Global, Kamis (28/1).

Hal sama juga terjadi pada nilai ekspor cokelat. Indonesia, lanjutnya, merupakan salah satu negara penghasil kakao terbesar dunia. Tapi, kalau soal cokelat, lagi-lagi Swiss juaranya.


Swiss mampu menjadi negara penghasil cokelat terkenal dunia meski bukan merupakan negara menghasilkan kakao.

"Cokelat bukti yang lain, kita produsen cokelat secara kuantitas tapi Swiss jagoannya cokelat," imbuhnya.

Dia mengatakan hal ini merupakan PR yang harus dipecahkan pihaknya bagaimana meningkatkan nilai komoditas pangan Indonesia yang memiliki potensi jauh dari yang berhasil dihasilkan saat ini.(jft/CNN)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...