13 December 2019

Indeks BEI Menguat, Rupiah Melemah

KONFRONTASI - Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia pada Selasa, dibuka menguat tipis sebesar 2,59 poin atau 0,05 persen menjadi 5.249,08, ditopang sentimen dalam negeri yang terbilang positif. Sedangkan, Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta Selasa pagi bergerak melemah sebesar 16 poin menjadi Rp11.741 dibandingkan posisi sebelumnya Rp11.725 per dolar AS. Sementara, indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,65 poin (0,07 persen) ke level 893,37.

Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah mengatakan sentimen positif dari dalam negeri menopang indeks BEI untuk melanjutkan penguatan.
"Membaiknya data cadangan devisa Indonesia menjadi sinyalemen positif bagi pasar modal Indonesia," katanya
Ia menambahkan, kenaikan cadangan devisa juga akan berdampak positif terhadap upaya penguatan pondasi kebijakan dari pengaruh eksternal dan menjaga
kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
Bank Indonesia merilis cadangan devisa Indonesia selama Agustus 2014 bertambah 700 juta dolar AS menjadi 111,2 miliar dolar AS dibanding jumlah cadangan devisa bulan sebelumnya 110,5 miliar dolar AS.
Kendati demikian, lanjut dia, pasar saham Asia yang bergerak bervariasi akan membuat pergerakan indeks BEI menjadi terbatas. Di sisi lain, data ekonomi dari Tiongkok yang terbilang positif telah terefleksikan pada perdagangan saham di kawasan Asia kemarin (Senin, 8/9).
"Sentimen eksternal itu, bisa mempengaruhi penguatan IHSG dengan volatilitas terbatas," katanya.
Analis PT Asjaya Indosurya Securities, Williams Surya Wijaya menambahkan, proses transisi menuju pemerintahan baru cukup kondusif, situasi itu dapat menambah kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia ke depan dapat lebih baik dan akhirnya berpengaruh terhadap indeks BEI.
"Situasi yang positif di dalam negeri menunjukan bahwa kenaikan IHSG BEI masih terus berlanjut," katanya.
Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng melemah 49,70 poin (0,20 persen) ke level 25.190,45, indeks Nikkei naik 48,20 poin (0,31 persen) ke level 5.753,31 dan Straits Times menguat 6,55 poin (0,20 persen) ke posisi 3.341,83.
Rupiah Melemah
Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta Selasa pagi bergerak melemah sebesar 16 poin menjadi Rp11.741 dibandingkan posisi sebelumnya Rp11.725 per dolar AS.

Analis pasar uang Platon Niaga Berjangka Lukman Leong di Jakarta, Selasa mengatakan bahwa laju mata uang rupiah masih rentan terhadap koreksi seiring dengan outlook kenaikan suku bunga AS (Fed rate) masih cukup kuat.

"Kondisi global masih menjadi sentimen utama bagi pasar keuangan di dalam negeri," katanya.

Menurut dia, pelaku pasar uang cenderung melakukan transaksinya dalam jangka pendek seraya memantau perkembangan di dalam negeri terkait susunan kabinet pemerintahan baru.

"Pembalikan arah ke area negatif kembali terjadi di mana pelaku pasar cenderung melakukan transaksi jangka pendek untuk dimanfaatkan profit taking," katanya.

Namun, ia mengatakan bahwa mata uang rupiah juga masih berpotensi menguat pada hari ini menyusul belum adanya perubahan fundamental ekonomi domestik yang saat ini masih cukup kuat.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menambahkan bahwa munculnya sentimen kenaikan imbal hasil (yield) obligasi AS seiring dengan ekspektasi penurunan jumlah klaim pengangguran kembali menguatkan peluang dolar AS.

"Kenaikan yield obligasi AS memicu aksi beli dolar AS. Yield obligasi AS diperkirakan kembali naik terutama yang bertenor panjang," katanya. [ant]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...