19 April 2019

Impor Pangan Ugal-ugalan, Staf Mentan Sentil Mendag

KONFRONTASI-Staf Khusus Menteri Pertanian Farid A Bahar menegaskan bahwa kebijakan impor pangan jelas tidak pro petani. Apalagi dijalankan di musim panen yang berdampak kepada hancurnya harga beras dan gabah.

"Padahal, kalau negara ingin majukan pertanian, ingin swasembada pangan, petaninya harus dilindungi. Muliakan hidup mereka. Harga beras atau gabah harus dijaga bagus. Bukan malah menyetujui impor dan membatasi harga beras," papar Farid dalam diskusi bertajuk Revolusi Pertanian Modern 4.0 Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045 di Sentul, Bogor, Senin (18/3/2019).

Selanjutnya Farid merasa heran dengan penentuan harga pangan yang menjadi wewenang kementerian perdagangan. Kebijakan tersebut jelaslah tidak berpihak kepada petani. "Kenapa PNS diperbolehkan naik gaji sementara petani mau naik pendapatannya saja dihambat. Harga beras tidak boleh naik," kata Farid.

Dia mengatakan, sikap Mentan Amran Sulaiman yang getol menolak impor beras, sudah sangat tepat. Menunjukkan keberpihakan terhadap nasib petani. Hanya saja, kebijakan impor dan harga, bukanlagi di tangan kementan. "Sekarang menteri mana yang berani menolak impor pangan? Hanya dia kan di kabinet," paparnya.

Selain mengkritik kementerian perdagangan, Farid juga menyebut Menko Perekonomian Darmin nasution yang tidak memiliki ketegasan. Lantaran meloloskan keputusan importasi beras. "Saat ini tinggal kepala daerahnya. Kalau memang berpihak kepada petani kan bisa menolak masuknya beras impor," ungkapnya.

Farid menceritakan pengalaman ketika masih menjabat sebagai staf ahli Gubernur Gorontalo. Dia menyarankan agar harga jagung dikerek demi mendorong pertumbuhan produksi.

Hasilnya ternyata ampuh juga. "Awalnya gubernur tidak mau namun saya desak. Saya bilang lebih baik Anda berhenti saja karena tidak berpihak kepada petani. Setelah harga jagung naik dari Rp400 menjadi Rp700 per kilogram, produksi langsung naik signifikan," terang Farid. [mr/tar]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...