16 August 2018

IHSG Pagi Ini Berpotensi Melemah

KONFRONTASI -  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,65% di level 5.905,16 pada Senin (16/7). Analis Binaartha Parama Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan, IHSG akan melanjutkan koreksi pada hari ini.

Nafan bilang, hal tersebut dipengaruhi oleh aksi para pelaku pasar global yang masih wait and see dan cenderung akan mengamati pernyataan Gubernur Federal Reserve Jerome Powell yang kemungkinan besar membahas efek perang dagang terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi di AS. 

"Para pelaku pasar global berharap bahwa pernyataan The Fed tersebut akan memberikan petunjuk terkait dengan kebijakan moneter The Fed untuk menaikkan suku bunga acuan ke depannya. Seperti yang diketahui sebelumnya, masih terdapat dua kali kesempatan lagi bagi the Fed untuk menaikkan suku bunga acuan pada tahun ini," kata Nafan, Senin (16/7).

Selain itu, Nafan juga mengungkapkan bahwa berdasarkan indikator, MACD telah membentuk pola golden cross di area negatif. Meskipun demikian, stochastic sudah membentuk pola dead cross di area overbought.

"Di sisi lain, RSI sudah berada di area netral. Terlihat pola downward bar yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada sehingga pergerakan indeks saham masih berpeluang melanjutkan pelemahannya," imbuhnya.

Maka, ia meramalkan IHSG akan lanjutkan pelemahan dengan support pertama maupun kedua memiliki range pada level 5.849,40 hingga 5.793,64. Resistancepertama maupun kedua memiliki range pada level 5.958,86 hingga 6.012,55.

Nafan juga menyertakan sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut.

1. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), Daily (1.450) (RoE: 5.43%; PER: 17.03x; EPS: 84.84; PBV: 0.93x; Beta: 1.85):

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Buy” pada area level 1.420 – 1.460, dengan target harga secara bertahap di level 1.515, 1.560, 1.590, 1.740, 1.890 dan 2.040. Support: 1.400.

2. PT Vale Indonesia Tbk (INCO), Daily (4.480) (RoE: 1.49%; PER: 119.47x; EPS: 38.00; PBV: 1.79x; Beta: 0.59):

Saat ini, terlihat pola bearish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan harga saham. “Sell on Strength” pada area level 4.490 - 4.650, dengan target harga di level 4.420. Resistance: 4.700.

3. PT Indika Energy Tbk (INDY), Daily (3.270) (RoE: 19.06%; PER: 5.36x; EPS: 617.60; PBV: 1.02x; Beta: 2.35):

Saat ini, pergerakan harga membentuk fase akumulasi dalam rangka membentuk pola uptrend ke depannya. “Akumulasi Beli” pada level 3.250 – 3.280, dengan target harga di 3.500 dan 3.600. Support: 3.040.

4. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), Daily (1.815) (RoE: 18.43%; PER: 12.00x; EPS: 152.08; PBV: 2.21x; Beta: 2.58):

Saat ini, terlihat pola tweezer top candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan harga saham. “Sell on Strength” pada area level 1.820 - 1.850, dengan target harga secara bertahap di level 1.790 dan 1.760. Resistance: 1.900.

5. PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS), Daily (1.280) (RoE: 1.67%; PER: 161.84x; EPS: 8.28; PBV: 2.70x; Beta: 1.53):

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 1270 - 1290, dengan target harga secara bertahap di level 1.310, 1.340, 1.470, 1.600 dan 1.730. Support: 1.270 & 1.210.

6. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), Daily (7.050) (RoE: 5.28%; PER: 25.27x; EPS: 279.00; PBV: 1.34x; Beta: 1.38):

Pergerakan harga akan membentuk fase akumulasi dalam rangka membentuk pola uptrend ke depannya. “Akumulasi Beli” pada area 7.000 – 7.100 dengan target harga di level 8.000. Support: 6.400.(Jft/Kontan)

 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


loading...