IHSG Berpotensi Menguat pada Awal Pekan Terakhir Januari

KONFRONTASI -   Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada Senin (27/1/2020) berpotensi menguat setelah ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya.

IHSG terkoreksi 0,08% ke level 6.244,11 pada Jumat (24/1/2020). Dalam riset hariannya, analis Bina Artha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan support pertama maupun kedua memiliki rentang antara 6.218,13 hingga 6.190,52.

Sementara, resistance pertama maupun kedua memiliki rentang 6.274,29 hingga 6.304,05. Berdasarkan indikator, MACD (moving average convergence divergence) masih menunjukkan pola dead cross di area positif, tetapi stochastic telah membentuk pola golden cross.

"Di sisi lain, masih terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan pada pergerakan IHSG, sehingga berpeluang menuju ke area resistance," ujarnya.

Beberapa saham yang direkomendasikan Nafan untuk bisa dicermati antara lai ADRO, AKRA, ELSA, EXCL, INCO, dan ITMG.

Di sisi lain, Head of Research Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi menilai secara teknilak IHSG masih terus terkonsolidasi di area support line moving average 200 hari.

Pola chart pada medium term membentuk pola double top apabila break out level neckline di kisaran 6.200.

Indikator stochastic bergerak sudah cukup rendah berada pada area oversold dan berpotensi golden-cross apabila terjadi penguatan pada perdagangan selanjutnya.

"Secara teknikal, kami perkirakan IHSG bergerak cenderung kembali tertahan dengan support resistance 6.200 hingga 6.278," ujar Lanjar.

Adapun, saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal, menurut Lanjar, di antaranya JPFA, BBTN, BNGA, BNLI, AKRA, ANTM, WIKA, dan WSKT.(Jft/Bisnis)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA