22 January 2020

IHSG Belum Keluar dari Tekanan

KONFRONTASI - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi kembali ke zona merah. Pada perdagangan Kamis (5/3), IHSG ditutup menguat tipis 2,89 poin (0,05%) ke level 5.450,95. Pelemahan itu juga diikuti dengan investor asing yang mencatatkan aksi jual senilai Rp 208,21 miliar.

Sektor  perdagangan, jasa dan investasi mengalami kenaikan terbesar yakni 0,59% dan diikuti dengan sektor pertambangan yang juga naik 0,42%. Sementara sektor properti mengalami penurunan hingga 1,06%.

Analis Reliance Securities Lanjar Nafi Taulat mengatakan IHSG diprediksikan masih akan bergerak tertekan dengan range pergerakan  5.415-5.480.

Pasalnya, ia melihat, secara teknikal laju indeks saham cenderung terkonsolidasi membentuk bearish candlestick meskipun kemarin ditutup menguat tipis. "Hal ini menunjukkan belum adanya potensi rebound serius yang dialami IHSG," papar Lanjar.

Dari indikator Stochastic terlihat melanjutkan pergerakan melemah dari area jenuh beli dan Momentum RSI yang terus bergerak bearish.

Sebelumnya, ia juga bilang, penguatan itu dikarenakan investor domestik lebih cenderung berspekulasi terhadap menbaiknya dara pekembangan uang beredar yang dirilis Bank Indonesia, kemarin. Kemudian, investor asing justru terlihat mulai merealisasikan keuntungannya dengan mencatatkan net sell pertama di bulan ini.

Untuk hari ini Lanjar memperkirakan, laju indeks saham di akhir pekan ini akan terfokus pada sentimen pertumbuhan GDP kuartal IV-2014 Eropa dan Indeks produk industri di Jerman serta Nonfram Payrolls di Amerika.(Juft/Kntn)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...