Harga Bawang Merah Tinggi, IKAPPI Pertanyakan Kinerja Menteri

Konfrontasi - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dibuat geram akibat melonjaknya harga jual bawang merah. Apalagi jelang pelaksanaan hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah, harga jual bumbu dapur favorit tersebut tak juga turun.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), Abdullah Mansuri, menegaskan di sejumlah pasar tradisional DKI Jakarta bawang merah di banderol Rp50.000 hingga Rp55.000 per kilogram. Sedangkan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah hanya sebesar Rp32.000 per kilogram.

"Bawang merah masih tinggi. Sekarang dijual berkisar Rp50.000 sampai Rp55.000 itu rata di DKI," kata Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri dikutip Merdeka.com, Jumat (15/5/2020).

Mansuri mengatakan seharusnya lonjakan bawang merah dapat diantisipasi sebelum memasuki bulan Ramadan. Mengingat dalam setiap pelaksanaan bulan suci ini permintaan masyarakat akan kebutuhan pangan pasti meningkat.

Untuk itu, dirinya mempertanyakan kinerja para pembantu presiden terkait kemampuan menjaga stabilitas harga pangan. Terlebih lagi sebelumnya publik telah mengetahui bahwa sejumlah sentra wilayah penghasil bawang mengalami penurunan produksi pada tahun ini.

"Makanya saya mempertanyakan di mana kerjanya menteri terkait. Jadi khususnya di Jakarta kalau kita bicara harga (bawang) masih tinggi," imbuh dia.

Dirinya berharap pemerintah lebih serius dalam meningkatkan koordinasi terkait penyediaan bahan pangan. Selain itu, pendataan distribusi bahan pangan juga tak kalah pentingnya. Sehingga daerah yang mengalami surplus pangan dapat dialihkan ke daerah yang sedang mengalami defisit. (mrdk/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...