Hambatan Perdagangan Internasional

Konfrontasi - Dalam praktek perdagangan internasional antar negara tidak seterusnya berjalan lancar.

Namun dalam kegiatan perdagangan sering kali suatu negara mengalami hambatan. Sehingga membuat proses perdagangan internasional antara negara menjadi terhambat. Ada juga yang prosesnya mengalami kegagalan.

Hambatan Perdagangan Internasional

Berikut hambatan-hambatan dalam kegiatan perdagangan internasional:

  • Kebijakan perdagangan pemerintah

Dalam buku Politik Bisnis Internasional (2002) karya Bob Sugeng Hadiwinata, banyak juga negara yang mengklaim sebagai pendukung perdagang bebas.

Tapi demi kepentingan perlindungan industri dalam negeri masing-masing hampir semua negara menerapkan kebijakan yang membatasi masuknya produksi asing ke pasar dosmestik.

Ada dua cara yang umum dilakukan suatu negara untuk membatasi aliran produk asing, yakni:

  • Tariff Barriers (hambatan tarif)

Tarif pada dasarnya adalah sejumlah uang yang harus dibayarkan oleh seorang importir kepada pemerintah untuk membawa masuk suatu barang ke negaranya.

Pemberlakuan pungutan impor ini pada umumnya dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan jumlah pembayaran yang ditetapkan per unit barang tanpa memandang nilai barang.

Sebenarnya pemberlakuan tarif sudah berlangsung sejak adanya mekanisme perdagangan internasional.

Sepanjang sejarah, negara-negara pelaku perdagangan internasional menetapkan tarif dengan tingkat yang berbeda-beda.

  • Hambatan non tarif

Kebijakan ekonomi yang mengetatkan perdagangan antar negara dapat diberlakukan suatu negara tanpa harus menetapkan tarif terhadap produk tertentu.

Mekanisme itu sering kali disebut dengan istilah non tariff barriers.

Itu dapat didefinisikan sebagai segala bentuk usaha hambatan arus masuk barang ke dalam  wilayah suatu negara yang tidak terkait dengan pungutan impor.

Non tariff barriers meliputi berbagai macam kebijakan sejak dari pelanggaran, penerapan kuota, penetapan standar produk tertentu.

Kemudian pemberlakuan aturan bea cukai yang ketat hingga ke upaya untuk mengaitkan produk dengan masalah kesehatan dan isu lingkungan hidup.

  • Pembatasan kuantitif

Pembatasan kuantitatif memfokuskan pada upaya untuk mengurangi arus masuk produk asing ke pasar dalam negeri dengan cara membatasi jumlah barang yang masuk.

Pembatasan ini biasanya lebih disukai negara maupun pelaku bisnis karena lebih mengandung kepastian.

Negara yang membatasi impor akan membuat negara eksportir kehilangan sedikit peluangnya untuk mendapatkan keuntungan.

  • Pembatasan kualitatif

Upaya untuk membatasi arus barang dari luar negeri dapat dilakukan secara kualitatif dengan menetapkan aturan-aturan tertentu.

Sehingga dengan sendirinya menghambat masuknya barang-barang yang tidak memenuhi aturan yang ditetapkan.

  • Perbedaan mata uang

Dikutip situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), umumnya negara eksportir akan meminta pembayaran kepada negara pengimpor menggunakan mata uang negara pengekspor.

Ketika nilai mata uang negara eksportir lebih tinggi dari negara importir, akan mengakibatkan negara pengimpor harus menambah pengeluarannya.

Sehingga untuk melancarkan proses perdagangan internasional perlu adanya penetapan mata uang internasional yang diterima oleh setiap negara.

  • Konflik perang

Ketika kondisi keamanan suatu negara tidak stabil, seperti adanya peperangan, atau kerusuhan, akan membuat negara-negara lain akan merasa takut untuk melakukan pedagangan.

Dampaknya mereka akan beralih ke negara yang lebih aman. Bahkan terjadinya perang dapat menyebabkan hubungan antarnegara menjadi terputus.

Hal ini dapat menyebabkan perdagangan antarnegara akan terhambat. (kcm/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...