17 October 2018

Grogi Tunggu Cawapres Jokowi, IHSG Terburuk di Asia

KONFRONTASI -   Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,49% pada perdagangan hari ini ke level 6.065,26. Lantas, IHSG menjadi bursa saham dengan performa terburuk di kawasan Asia: indeks Nikkei melemah 0,2%, indeks Kospi naik 0,1%, indeks Shanghai naik 1,85%, dan indeks Hang Seng naik 0,88%.

Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 9,66 triliun dengan volume sebanyak 8,43 miliar unit saham. Frekuensi perdagangan adalah 424,185 kali.

Sentimen perang dagang mewarnai perdagangan bursa saham kawasan Asia. Kemarin (8/8/2018), China mengumumkan bea masuk sebesar 25% bagi importasi produk-produk AS senilai US$ 16 miliar. 
 


Beberapa produk yang akan terkena bea masuk tersebut adalah bahan bakar minyak (BBM), produk baja, kendaraan bermotor, dan peralatan kesehatan. Total ada 333 produk asal AS yang menjadi korban. 

Kementerian Perdagangan China menyebutkan bahwa bea masuk ini akan mulai berlaku pada 23 Agustus mendatang, hari yang sama dengan pengenaan bea masuk 25% terhadap US$ 16 miliar produk impor asal China oleh AS. Jadi, kebijakan China tersebut merupakan balasan atas serangan dari Negeri Paman Sam.

Pada pagi hari ini, data inflasi China periode Juli diumumkan di level 2,1% YoY, lebih tinggi dibandingkan konsensus yang dihimpun oleh Reuters sebesar 1,9% YoY. Perang dagang dengan AS akan membuat tekanan inflasi semakin besar dan mengancam tingkat konsumsi masyarakat China. 

Jika ini yang terjadi, laju perekonomian global menjadi taruhannya. 

Namun, performa bursa saham Asia terangkat oleh penguatan yuan. Hingga sore ini, yuan menguat 0,22% di pasar spot melawan dolar AS. Penguatan yuan lantas meredakan kekhawatiran mengenai tergoncangnya stabilitas perekonomian Negeri Panda.

Dari dalam negeri, langkah AS yang menyasar ekspor Indonesia membuat investor gelisah dan memasang mode defensif dengan meninggalkan pasar saham. 

Seperti yang diketahui sebelumnya, Negeri Paman Sam tengah mengurus perizinan kepada World Trade Organization (WTO) untuk menaikkan bea masuk bagi produk-produk ekspor asal Indonesia senilai US$ 350 juta, termasuk produk-produk poultry.

Langkah ini diambil AS lantaran Indonesia dianggap gagal menaati perintah dari WTO untuk menghapus sejumlah restriksi bagi impor produk-produk agrikultur asal AS. Tenggat waktu bagi Indonesia untuk mematuhi perintah WTO tersebut adalah pada 22 Juli silam.

Kemudian, investor nampak grogi menantikan deklarasi calon wakil presiden dari Joko Widodo. Hingga akhir perdagangan, belum ada satu nama pasti yang keluar dari kubu Jokowi terkait nama pendampingnya dalam kontestasi pilpres 2019 mendatang.

Di sisi lain, laju IHSG tertolong oleh saham PT United Tractors Tbk/UNTR (+1,6%) dan PT Astra International Tbk/ASII (+1,01%). Kenaikan harga saham UNTR ditopang oleh rencana aksi korporasi yang akan membawa perusahaan masuk ke bisnis pertambangan emas. 

Mengutip Bloomberg, UNTR yang kini bergerak di bidang penjualan alat berat serta jasa pertambangan tersebut berencana melakukan ekspansi ke sektor pertambangan emas dengan mengambil alih saham PT Agincourt Resources sebanyak 95% dari Agincourt Resources Pte. 

UNTR akan mengambil alih PT Agincourt Resources melalui anak usahanya yakni PT Danusa Tambang Nusantara. Nilai transaksi tersebut mencapai US$ 918 juta.

Hingga kini, waktu penyelesaian transaksi tersebut belum diketahui secara pasti.

Dalam kondisi yang penuh ketidakpastian seperti saat ini, harga emas memang memiliki kecenderungan untuk menguat. Sepanjang tahun ini, harga emas COMEX kontrak pengiriman bulan Agustus sudah turun sebesar 7,2%.

Seiring dengan terus memanasnya perang dagang antara AS dengan China, ketidakpastian mengenai Brexit, serta hubungan AS dengan Korea Utara yang kembali memanas, instrumen emas bisa menjadi pilihan dari investor guna meraup cuan setidaknya sampai dengan akhir tahun.

Akibatnya, aksi korporasi yang akan dilakukan oleh UNTR dengan masuk ke bisnis pertambangan emas direspon positif oleh investor.

Saham ASII selaku induk usaha dari UNTR pun ikut terkerek naik oleh berita ini.

Saham ASII memberikan kontribusi positif terbesar kedua bagi IHSG, sementara saham UNTR berada di posisi 4.

Lebih lanjut, sentimen positif bagi IHSG datang dari kesepakatan antara Bank Indonesia (BI) dan bank sentral Australia yakni Reserve Bank of Australia (RBA) untuk memperbarui bilateral local currency swap agreement yang akan berakhir pada Desember mendatang. Kerjasama tersebut diperbarui sampai dengan 3 tahun kedepan.

Melalui kerjasama ini, kedua bank sentral bisa bertukar mata uang domestik senilai AUD 10 miliar atau Rp 100 triliun. Kerjasama ini bertujuan untuk mendorong perdagangan antar kedua negara dengan menggunakan mata uang lokal untuk penyelesaian transaksinya. Pada akhirnya, ketergantungan terhadap dolar AS menjadi bisa dikurangi dan mengurangi tekanan terhadap rupiah.

Pada hari ini, rupiah menguat 0,17% di pasar spot ke level Rp 14.405/dolar AS.(Jft/CNBC)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...