2 April 2020

Go-Food Bantu Dorong UMKM Jadi Melek Digital

Konfrontasi - Dengan adanya layanan Go-Food dari Go-jek, sebanyak 75% responden UMKM menerapkan pembayaran non-tunai setelah menjadi mitra Go-Food. Sebanyak 90% mitra memiliki alasan bergabung dengan Go-Food untuk meningkatkan pemasaran.

Data tersebut dipaparkan oleh Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) mengenai 'Dampak GOJEK terhadap Perekonomian Indonesia pada Tahun 2018' yang dirilis tahun ini.

LD FEB UI juga mendapati temuan bahwa sebanyak 93% mitra UMKM go online karena bermitra dengan Go-Food. 

Diungkap oleh Wakil Kepala LD FEB UI, Dr. Paksi C.K. Walandouw, pada 2018 Go-Food telah memberikan kontribusi kepada perekonomian Indonesia sebesar Rp 18 triliun. Nilanya yang terbesar dibandingkan layanan Go-Jek lainnya.

"Kontribusi mitra UMKM GO-FOOD tahun 2018 naik hampir tiga kali lipat dibanding tahun 2017. Pertumbuhan kontribusi mitra UMKM GO-FOOD ini antara lain disebabkan oleh optimalisasi fitur teknologi GOJEK yang digunakan oleh mitra UMKM GO-FOOD," kata Paksi dalam paparannya, Rabu (27/3/2019).

Dengan bergabung bersama Go-Food, sebanyak 55% responden UMKM mengaku memiliki peningkatan klasifikasi omzet. Masih dalam paparan tersebut, 72% mitra UMKM klasifikasi "usaha mikro" dengan omzet Rp 300 juta/tahun.

Sebagai informasi Riset ini dilakukan di beberapa wilayah Indonesia dengan menggunakan metode kuantitatif melalui wawancara tatap muka. Penentuan responden penelitian dilakukan dengan pencuplikan acak sederhana (simple random sampling) dari database mitra yang aktif dalam tiga bulan terakhir. Jumlah responden mitra Go-Food yang diwawancarai sebanyak 1.000 UMKM. (dtk/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...