21 January 2020

Erick Tohir Ajak Millenial Masuk BUMN, Kemana yang Tua?

Konfrontasi - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir ingin agar perusahaan BUMN didominasi oleh milenial, bukan orang tua. Oleh karena itu dia mengajak anak muda untuk bergabung dengan perusahaan BUMN.

"Kita memberikan edukasi kepada generasi milenial bahwa kita akan ada perubahan, tapi kita juga siap merekrut generasi milenial untuk bergabung tidak hanya di kementerian tapi juga di perusahaan-perusahaan BUMN," kata dia, di Balai Sarbini, Jakarta, Sabtu (14/12/2019).

Dia juga berharap agar perusahaan BUMN dipimpin oleh seorang yang masih berusia muda. Oleh karena itu milenial harus memiliki motivasi agar dapat sampai ke posisi tersebut. "Jadi dirut BUMN jangan yang usia 70 atau 65 tahun, kalau bisa 46 tahun," ujarnya.

"Wamen saya Pak Tiko lebih muda dari saya, nah kita coba upgrade hal-hal seperti itu," dia menambahkan.

Kendati demikian, kata dia, bukan berarti orang-orang tua akan disingkirkan. Justru mereka memegang peranan penting sebagai mentoring atau pembimbing para generasi milenial.

"Tetap yang para senior kita jaga karena menjadi mentor yang bagus, banyak sekali figur-figur yang bagus, di komisaris maupun di kementerian BUMN. Yang senior kita jadi mentor tidak apa-apa, tapi yang mendobrak yang kerja biar yang mudaan lah," tutupnya.

Menteri Erick Ingatkan Pimpinan BUMN Waspada Godaan Harta, Takhta dan Wanita

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengomentari isu skandal perselingkuhan yang ada di PT Garuda Indonesia. Seperti diketahui isu ini menjadi viral setelah dibahas di media sosial oleh akun twitter @digeeembok.

Menteri Erick menjelaskan, menjadi seorang pemimpin itu tidaklah mudah karena harus dibarengi dengan akhlak.

"Apapun yang kita kerjakan yang penting kan nomor satu akhlak kita, karakter kita, apalagi di Garuda itu semua ada. Kalau dia menjadi salah satu pimpinan, itu pasti kan mendapat nafkah yang banyak," kata dia, dalam acara Milenial Fest di Balai Sarbini, Jakarta, Sabtu (14/12).

Selain itu, kata dia, posisi di puncak kepemimpinan sangat rentan dengan banyak godaan. Sebab, seorang pemimpin merupakan pemegang puncak kekuasaan perusahaan.

"Yang problem di Garuda itu dikelilingi perempuan yang cantik-cantik. Kalau kita laki-laki kan tiga hal yang memberatkan, kekuasaan, uang dan wanita," ujarnya.

Menurutnya, siapapun yang menjadi pemimpin di Garuda Indonesia pasti akan lebih berat godaannya dibanding dengan menjadi pemimpin di perusahaan lain.

"Jadi memang siapapun yang memimpin Garuda adalah tidak mudah, jauh lebih berat dari BUMN lainnya karena 3 hal itu. Perindo itu banyak hubungan dengan ikan, pelabuhan, cool storage, (tidak lihat wanita), apa yang dilihat?" tutupnya sambil tertawa. (mrdk/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...