18 June 2018

Ekspor RI Bisa Ditingkatkan ke AS

JAKARTA-Wakil Ketua Komisi VI DPR Dito Ganinduto melihat ada peluang yang semakin luas bagi para eksportir Indonesia memperkenalkan dan menjual produk dalam negeri ke berbagai negara di dunia.

Hal itu dilihat dari surplus neraca perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat dalam dua tahun terakhir.

Di 2016, surplus perdagangan Indonesia-AS mencapai 8,47 miliar dolar AS. Sedangkan pada 2017 mencapai surplus mencapai 9,44 miliar dolar AS.

"Khusus untuk ekspor, total ekspor nonmigas sebesar 15,68 miliar dolar AS pada 2016. Sedangkan untuk 2017 meningkat menjadi 17,14 miliar dolar AS," papar Dito di Jakarta, Selasa (15/5).

Menyusul terbukanya peluang eksportir yang semakin besar, kebutuhan tenaga kerja dan lapangan kerja juga akan semakin bertambah. Hal ini diharapkan mengurangi angka pengangguran di Indonesia.

Untuk ekspor, kata Dito, kini sudah semakin gampang. Pelabuhan Tanjung Priok sudah mampu melayani kapal dengan kapasitas 10.000 TEUs untuk bersandar.

Hari ini, dia menyaksikan pelekasan Kapal MV. CMA CGM TAGE, yang merupakan kapal besar dengan layanan Java�"America Express (JAX) Service, yang secara rutin melayari rute Pelabuhan Tanjung Priok ke West Coast (Los Angeles & Oakland), Amerika Serikat.

Kapal ini menawarkan ocean freight yang lebih kompetitif dan waktu pengiriman yang cepat, yakni 24 hari untuk rute Jakarta-Los Angeles. Waktu pengiriman tersebut lebih cepat ketimbang kompetitor yang mencapai lebih dari 30 hari.

"Hal ini akan membuat daya saing produk ekspor Indonesia di Amerika Serikat," ucap politisi senior Partai Golkar itu.

Dengan bersandarnya kapal MV. CMA CGM TAGE di Tanjung Priok, membuktikan bahwa infrastruktur pelabuhan tersebut telah siap dan sesuai dengan standar yang dibutuhkan kapal besar. Harapan Pemerintah menjadikan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai Transshipment Port pun telah terwujud. [sam]

Polisi terus memburu rantai jaringan pelaku teror di Surabaya. Saat ini, polisi sedang memburu seseorang bernama Abu Bakar. Dia adalah guru dari Dita Supriyanto, pelaku bom bunuh diri di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya di Jalan Arjuno, Minggu lalu. Baca juga: Terkait Bom Surabaya, Polisi Buru Satu Keluarga yang Dideportasi dari Turki Menurut Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin, selain guru Dita Supriyanto, Abu Bakar juga guru Anton Ferdiantono, pemilik bom yang meledak di Rusun Wonocolo Sidoarjo, Minggu malam. "Kedua orang itu sering mengaji pada Abu Bakar di Surabaya, tepatnya di wilayah Kecamatan Rungkut," kata Kapolda di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (15/5/2018). Saat menggelar kajian agama, para murid termasuk 2 orang itu membawa keluarganya. "Di pengajian itu juga sering diputar film-film tentang aksi bom teroris," jelas dia. Dita Supriyanto adalah bapak dari keluarga yang meledakkan 3 gereja di Surabaya, Minggu (13/5/2018). Selain Gereja Pantekosta Pusat Surabaya di Jalan Arjuno, 2 gereja yang diledakkan adalah Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro, dan Gereja gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela Jalan Ngagel Madya Surabaya. Baca juga: Warga Sekitar Kaget Terduga Peledakan Bom di Surabaya Itu Ternyata Dita Lima anggota keluarga Dita tewas dalam aksi bom bunuh diri tersebut. Mereka adalah Puji Kuswati isterinya, 2 anak perempuannya yaitu Fadilah Sari (12) dan Pamela Riskika (9), dan 2 putra Dita yang bernama Yusuf Fadil berusia (18) dan Firman Halim (16). Sementara Anton Febrianto adalah pemilik bom yang meledak di Rusun Wonocolo, Kecamatan Taman Sidoarjo. Dalam ledakan itu, Puspitasari, isterinya, dan anak pertamanya Hilta Aulia Rahman, tewas.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polisi Buru Abu Bakar, Guru Pelaku Bom Gereja Surabaya", https://regional.kompas.com/read/2018/05/15/21511921/polisi-buru-abu-bakar-guru-pelaku-bom-gereja-surabaya.
Penulis : Kontributor Surabaya, Achmad Faizal
Editor : Heru Margianto
Tags: 
Category: 
Loading...