19 June 2018

Dompet Dhuafa Social Enterprise Raup Omzet Rp 97 M

KONFRONTASI - Yayasan Dompet Dhuafa (DD) memisahkan Dompet Dhuafa Social Enterprise (DDSE) secara resmi jadi badan usaha formal berbentuk perseroan terbatas (PT) yang mandiri. Pendirian DDSE dilakukan karena terus berkembangnya pelayanan Dompet Dhuafa, serta semakin banyaknya kerja sama dengan berbagai pihak termasuk kalangan perusahaan (korporasi).

Saat ini DDSE mengelola sejumlah unit bisnis seperti Kesehatan Mandiri, Pendidikan Mandiri, Karya Masyarakat Mandiri, CSRFokus, DD Travel, DD Medika, DD Konstruksi, DD Niaga, DD Publika, dan Wasila Nusantara.

Direktur Utama DDSE, Yuli menegaskan, pemisahan DDSE dari Yayasan Dompet Dhuafa dari awalnya hanya mengelola masalah charity dan donasi, menjadi lebih besar kiprahnya dengan mengelola unit-unit bisnis positif secara lebih transparan dan akuntabel.

"Hasil dari keuntungannya setelah dikurangi operasional akan digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat miskin," kata Yuli di Jakarta, Senin (19/6).

Sejak digagas sekitar 2005, lanjut Yuli, perusahaan telah bersinergi dengan sejumlah kalangan dan perusahaan lainnya, baik skala nasional maupun internasional dalam berbagai kegiatan pembangunan ekonomi masyarakat.

"Pertumbuhan DDSE saat ini semakin menguat dan berkembang dengan baik. Penguatan pertumbuhan ini dibuktikan dengan perolehan omzet DDSE akhir tahun 2016 mencapai Rp 97 miliar,” ujarnya.

Pada Ramadan tahun ini, perolehan laba DDSE semakin meningkat. Hal ini terlihat dari banyaknya mitra usaha, agen, dan customer yang menjalin kerja sama dengan DDSE.

"Peningkatan usaha ini tentunya menjadi kabar baik, tidak hanya bagi internal lembaga, namun juga bagi masyarakat prasejahtera. Dengan semakin meningkatnya laba, maka semakin banyak pula jumlah dana dan jumlah penerimaan manfaat yang memperoleh hak atas penyisihan keuntungan DDSE."

Yuli optimis, Ramadan kali ini akan menjadi momentum keberkahan universal. Social Enterprise menurutnya tidak lagi hanya sebatas kata namun menjadi sebuah realita, dan keberadaannya sangat berperan penting terutama dalam pengentasan kemiskinan.(Juft/Merdeka)

Category: 
Loading...