Bursa Asia Takut Aksi The Fed, IHSG Anjlok 24 Poin

Konfrontasi – Pelemahan bursa saham Asia berdampak pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG tercatat turun 24,17 poin atau 0,5 persen menjadi 5.172,95 pada awal perdagangan Rabu (10/9). Sebanyak 9 saham menguat, 38 saham melemah, dan 29 saham stagnan. Jumlah perdagangan awal sebesar Rp 221,609 miliar dari 238,268 juta lembar saham diperdagangkan.

Pelemahan pasar Asia diduga sebagai efek domino dari kekuatiran pelaku pasar pada tindakan The Fed di AS untuk menambah suku bunga acuan. Akibatnya, IHSG terpaksa melambat karena indeks LQ45 turun 5,26 poin atau 0,6 persen menjadi 878,40.

Sementara itu, Jakarta Islamic Index (JII) melemah 5,24 poin atau 0,8 persen menjadi 692,97. Sedangkan indeks IDX30 turun 2,66 poin atau 0,6 persen menjadi 448,11 dan indeks MNC36 terkoreksi 1,26 poin atau 0,5 persen menjadi 269,50. Penurunan terbesar terdapat pada sektor tambang sebesar  1,6 persen dan sektor properti turun 1 persen.

Beberapa saham perbankan mendominasi jajaran top gainers. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik Rp 25 ke Rp 12.550, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik Rp 24 ke Rp 10.850, dan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik Rp25 ke Rp10.500.

Sebaliknya, jajaran top losers antara lain saham PT United Tractor Tbk (UNTR) turun Rp200 menjadi Rp20.800, saham PT PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) turun Rp150 menjadi Rp10.700, dan saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun Rp150 menjadi Rp27.500.

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...