23 October 2018

Buntut Pelemahan Rupiah, Indofood Naikkan Harga Tepung

KONFRONTASI-Pelemahan kurs Rupiah turut menyeret harga jual tepung produksi PT Indofood Sukses Makmur Tbk jadi lebih mahal 10 persen semester II-2018 ini.

Direktur Indofood, Fransiscus Welirang, mengatakan, konsumsi tepung terigu masyarakat pada semester I-2018 sangat tinggi.

"Permintaan masyarakat terhadap terigu di semester I-2018 ada kenaikan. Akibatnya, konsumsi produk makanan yang ada tepung terigunya seperti mie instan, roti, martabak, kerupuk, bakso, sosis, masih besar," ungkap pria yang akrab disapa Franky ini, Senin (24/9).

Namun demikian, untuk semester II-2018, dia belum bisa memberikan gambaran pasti terkait konsumsi terigu, lantaran secara harga diperkirakan akan melonjak. "Saya enggak tahu, karena harga tepung terigu naik minimal 10 persen karena pelemahan Rupiah sudah mencapai 10 persen," ucapnya.

Mengutip catatan Bloomberg, nilai tukar Rupiah sejak awal 2018 ini terhitung telah terdepresiasi hampir 10 persen, atau sekitar 9,67 persen.

Dia melanjutkan, harga gandum sebagai bahan baku pembuatan tepung terigu di pasar internasional sudah naik 20 persen sejak Maret-April 2018.

"Gandum sendiri harganya sudah naik 20 persen sejak Maret-April. Ini karena ada banjir di timur dan kekeringan di selatan Australia, jadi panennya turun. Selain itu di Ukraina gandumnya ada penyakit. Harga gandum jadinya naik, lebih mahal," jelasnya.

Namun, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) ini pun memperkirakan, konsumsi tepung terigu akan meningkat sebanyak 7 persen pada tahun politik 2019.

"Setiap pemilu orang banyak makan. Saya enggak tahu pastinya naik berapa persen, mungkin bisa sampai 7 persen. Kalau daya beli bagus mungkin naik, tapi masih belum pasti juga. Kan harga terigu naik," tutur dia.[mr/mdk/lip6]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...