13 November 2019

Bulog Siap Beli Beras Marauke

Konfrontasi - Kepala Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Papua Arif Mandu menyatakan pihaknya siap membeli hasil panen raya di Kabupaten Merauke pada Mei 2015.

"Bulog beserta jajaran beserta mitra kerja siap menyongsong panen raya di Merauke," ujarnya di Jayapura, Selasa (21/4).

Terlebih, sambungnya, kini harga pembelian beras oleh pemerintah berdasarkan instruksi yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo sudah mengalami kenaikan.

"Kami 'All Out' melakukan pembelian, apalagi dengan keluarnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 2015 tentang harga pembelian beras pemerintah, jadi kalau yang lalu itu Inpres nomor 3 tahun 2012 yang harga pembelian kita Rp6.600 per kilogram, dengan keluarnya Inpres baru 17 maret, harga pembelian naik jadi Rp7.300 per kilogram," tuturnya.

Meski berharap petani Merauke tidak menjual hasil panennya kepada para pedagang, namun Arif menyadari jika Bulog tidak mungkin membeli seluruh hasil produksi petani karena standar kualitas yang ditetapkan.

"Kami juga berharap petani tidak melakukan penjualan keluar, tapi memang kita juga harus akui bahwa hasil produksi Merauke tidak seluruhnya masuk Bulog karena beras Bulog standarnya beras medium, jadi ada juga fariitas tertentu yang diarahkan untuk beras premium yang biasanya lari ke pasaran umum," katanya.

Ditambah lagi, katanya, sebagian hasil panen akan di simpan oleh petani untuk cadangan konsumsi keluarga mereka sendiri.

"Menurut penjelasan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Merauke, 23 sampai 30 persen hasil panen diperuntukkan cadangan konsumsi petani, nanti pada saat penanaman berikutnya mendekati masa panen, baru stok lama dijual," katanya.

Arif menyebutkan, untuk hasil panen kali ini, Bulog menargetkan setidaknya bisa membeli 30 ribu topn beras petani Merauke.

"Kami target minimal pengadaan 30 ribu ton, lebih besar dari itu lebih bagus. Kalau bisa dapat 40 ribu sampai 50 ribu ton luar biasa," ucapnya.

Angka tersebut, tambahnya, sudah melebihi jumlah pembelian beras yang pernah dilakukan Bulog kepada para petani Merauke selama ini.

"Bulog paling tinggi membeli pada 2012 dan 2013, tahun itu sekitar 29 ribu, tahun lalu angkanya turun. Tahun ini kita harap angkanya bisa meningkat kembali," kata Arif. (rol/ar)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...