19 September 2019

Bulog NTB Targetkan Serap 165.000 Ton Beras Petani

Konfrontasi - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik Divisi Regional Nusa Tenggara Barat menargetkan mampu menyerap beras hasil produksi petani sebanyak 165.000 ton pada 2015 untuk menunjang program beras bagi warga miskin di daerah itu.

"Target kami tahun ini lebih rendah dibanding tahun lalu sebanyak 190.000 ton dengan realisasi mencapai 164.735 ton atau sebesar 86,70 persen," kata Kepala Divisi Regional Badan Urusan Logistik (Bulog) Nusa Tenggara Barat (NTB) M Sugit Tedjo Mulyono, di Mataram, Selasa (27/1).

Dari total target serapan, kata dia, sebanyak 76.933 ton dibebankan kepada Divre Bulog NTB yang mengelola gudang Cakranegara 1 dan Cakranegara 2, Kota Mataram, Puyung dan Ubung, Kabupaten Lombok Tengah, dan Lembar Kabupaten Lombok Barat.

Sementara Sub Divre Bulog Kabupaten Lombok Timur diberikan beban target sebanyak 25.845 ton, Sub Divre Bulog Kabupaten Sumbawa 33.517 ton, dan Sub Divre Bulog Kabupaten Bima sebanyak 28.704 ton.

Sugit mengatakan, untuk mencapai target serapan beras pada 2015, dilakukan dengan mengoptimalkan jaringan semut yang tersebar di pelosok desa yang menjadi sentra penghasil gabah.

"Kami juga menjalin kemitraan dengan 104 mitra kerja yang tersebar di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa," ujarnya.

Menurut dia, beras yang diserap dari petani, nantinya akan disalurkan kembali ke masyarakat dalam bentuk program beras bagi warga miskin (raskin).

Jumlah rumah tangga sasaran (RTS) penerima raskin pada 2015 sebanyak 471.566 kepala keluarga (KK) yang tersebar di di 10 kabupaten/kota di NTB. Masing-masing KK mendapat jatah beras sebanyak 15 kilogram setiap bulan.

"Penyaluran raskin akan dilakukan mulai Februari 2015, kami sudah koordinasikan dengan Pemerintah Provinsi NTB dan kabupaten/kota," ujar Sugit. (akl/ar)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...