Baru akan Bayar Rp5,7 Triliun, Sisa Utang Pemerintah ke Pupuk Indonesia Masih Rp17,1 Triliun

KONFRONTASI-Pemerintah akan membayar utang kepada PT Pupuk Indonesia (Persero) sebesar Rp5,7 triliun pada tahun ini. Meskipun utang pemerintah kepada Perseroan mencapai Rp17,1 triliun.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat mengatakan, pada tahun ini pemerintah akan mencicil pembayaran utang subsidi pupuk. Artinya, pemerintah masih memiliki utang sebesar Rp11,4 triliun kepada PT Pupuk Indonesia tersebut.

“Berdasarkan keputusan pemerintah, pembayaran utang subsidi akan dibayarkan pemerintah pada 2020, hanya baru Rp 5,7 triliun,” ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR-RI, Senin (29/6/2020).

Aas juga meminta agar sisa utang bisa dibayarkan segera. Sebab perseroan sangat membutuhkan uang untuk menyeimbangkan neraca keuangannya.

“Jadi dari Rp 17,1 triliun ini baru akan dibayar Rp 5,7 triliun, dan ini pun belum dibayar. Harapan kami bisa (dibayar) Rp 17,1 triliun karena bunga kami sangat tinggi,” jelasnya.

Saat ini saja, lamanya pelunasan utang pemerintah, PT Pupuk harus meminjam modal kerja ke perbankan demi keberlangsungan perusahaan. Meskipun disadari jika utang tersebut akan menaikan beban bunga perusahaan.

“Nah kebutuhan pendanaan akibat belum dibayarkannya piutang subsidi tersebut sebagian besar ini ditutup oleh rekan kerja dari perbankan. Jadi karena uang ini tertahan di pemerintah untuk tagihan ini, agar perusahaan bisa berjalan kami pinjam dulu dalam bentuk modal kerja,” jelas Aas.

Sebab menurut Aas, dengan utang tersebut pihaknya harus menutupi modal kerja dengan pinjaman perbankan dengan bunga yang tinggi. Dalam 1 tahun, pihaknya harus membayar bunga hingga Rp 1,7 triliun.

“Dari Rp 17 triliun, 10% saja Rp 1,7 triliun dalam 1 tahun itu. Yang pada akhirnya ini akan meningkatkan juga subsidi pupuk. Ini akan menjadi biaya lagi, menambah biaya,” kata Aas.[mr/okz]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA