Anggaran Perbaikan Pantura Hemat 200 Miliar Berkat Cipali

Konfrontasi - Dioperasikannya Tol Cikampek-Palimanan (Cipali) membawa dampak positif khususnya jalur Pantura, Jawa Barat. Pemudik tidak mesti melalui jalur Pantura lagi, karena ada alternatif jalan lainnya yaitu Tol Cipali.

Meski hanya bisa dilalui oleh pemudik berkendaraan roda empat, dioperasikannya Tol Cipali mampu mengurangi beban dan kepadatan di jalur Pantura turun cukup signifikan.

"Tahun kemarin ada penurunan 60 persen, karena ada Tol Cipali, jadi cukup signifikan. Arus mudik sekarang mayoritas pengguna jalur Pantura adalah kendaraan roda dua dan kendaraan besar yang melewati Pantura sore dan malam hari," ujar Kepala Satuan Kerja (Kasatker) wilayah I Jawa Barat Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN IV) Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR T Yuliansyah, di Jalur Pantura, Jawa Barat, Jumat (24/6/2016).

Menurut Yuliansyah yang terpenting dengan normalnya Tol Cipali adalah anggaran perbaikan jalur Pantura yang selama ini cukup besar sudah bisa terpangkas hingga 50 persen. Pasalnya, beban terhadap jalur Pantura sudah berkurang.

"Kegiatan Pantura dengan ada Cipali membuat alokasi anggaran Pantura turun 50 persen. Tahun lalu bisa Rp400-500 miliar, sekarang hanya Rp200 miliar," tuturnya.

Yuliansyah menambahkan, meski beban jalur Pantura berkurang tetap anggaran perbaikan masih diperlukan, karena kondisi jalan Pantura tidak seragam dari segi usia. Artinya, ada yang harus diperbaiki ada juga yang harus dipelihara.

Misalnya, di Ciasem dengan panjang 18 km, kondisinya harus direkonstruksi tapi pengerjaannya baru ditangani 3 km. Harusnya tahun ini selesai, karena anggaran terbatas akan dicicil perbaikannya tahun depan.

"Jalan gak boleh putus penanganannya. Karena kalau enggak ya gagal. Kita harus upayakan penanganan jalan-jalan seperti ini," tadasnya. (oke/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA