Amerika Serikat Tanggung Resiko Setelah Bunuh Jenderal Iran, Wall Street babak Belur

KONFRONTASI -  Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, rontok pada perdagangan Jumat (3/1/2020) setelah Negeri Paman Sam menlancarkan serangan udara dan membunuh pemimpin militer tertinggi Iran. Serangan tersebut meningkatkan tensi geopolitik di Timur Tengah dan membuat investor khawatir.

Indeks Dow Jones Industrial Avarege ambles 0,6% ke level 28.634,88, koreksi harian terbesar sejak Desember 2019. Lalu indeks S&P 500 terkoreksi 0,7% ke level 3.234,85 dan indeks Nasdaq terkoreksi 0,8% ke level 9.020,77.

Tensi geopolitik antara AS dan Iran semakin memanas setelah AS melakukan serangan udara yang menyebabkan Jenderal Qassim Soleimani terbunuh. Qassim merupakan pemimpin dari Quds Force selaku satuan pasukan khusus yang dimiliki Revolutionary Guards (salah satu bagian dari pasukan bersenjata Iran), dikabarkan tewas dalam serangan udara yang diluncurkan oleh AS di Baghdad, Irak.

Terbunuhnya Jenderal Qasem Soleimani karena serangan Amerika Serikat (AS) membuat Iran meradang.Bahkan Iran berjanji akan memblas dendam pada AS.

Pemimpin spiritual Iran Ayatollah Ali Khamenei bahkan mendeklarasikan hari berkabung nasional selama tiga hari. "Kriminal yang membunuh Soleimani akan mendapatkan pembalasan yang sangat kejam," katanya sebagaimana dikutip Reuters, Jumat (3/1/2020).

Serangan AS tersebut membuat harga minyak mentah berjangka AS melesat 3% menjadi US$ 63,05/barel. Serangan tersebut membuat kekhawatiran akan terjadi perang di Timur Tengah dan berpotensi menaikkan harga energi pada ekonomi global.

Saham maskapai penerbangan jatuh karena kenaikan harga minyak tersebut. Harga saham maskapai seperti United, American dan Delta semua turun lebih dari 1,6%.

"Pasar minyak global akan bergejolak selama beberapa minggu mendatang," kata Greg Valliere, kepala strategi kebijakan A.S. di AGF Investments, dalam catatan risetnya. "Akhirnya ada alasan untuk berhati-hati di pasar saham."

"Pada akhirnya akan ada gencatan senjata yang tidak mudah ... Tapi itu sangat, sangat jauh; ini akan menjadi lebih buruk sebelum menjadi lebih baik, "tambahnya.

Sementara itu harga saham energi seperti Concho Resources dan Apache masing-masing naik 3,7% dan 1,3%. Lalu saham Devon Energy naik 1,2%.

Pembacaan yang lebih lemah dari perkiraan pada ekonomi manufaktur juga membebani saham. Indeks manufaktur ISM bulan Desember berada di 47,2, terlemah dalam satu dekade dan lebih kecil dari angka yang diharapkan oleh para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones.

Investor sebagian besar melarikan diri dari aset berisiko seperti saham yang mendukung emas dan Treasurys dan safe havens tradisional lainnya. Emas berjangka melonjak lebih dari 1%. Benchmark imbal hasil Treasury 10-tahun, yang bergerak terbalik terhadap harga, turun menjadi sekitar 1,79%.(jft/CNBC)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...