25 June 2018

Alasan Supir Truk Malas Gunakan Rest Area Cipali

Konfrontasi - Sopir truk lebih memilih Jalur Pantai Utara (Pantura) ketimbang masuk tol. Selain mahal, mereka pun tak bisa beristirahat dengan tenang kala kelelahan. 

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aprtrindo) Kyatmaja Lookman jumlah tempat peristirahatan (rest area) di jalan tol dinilai terbatas. Mereka tak bisa seenaknya mampir bila kelelahan. 

'Kalau rest area di tol ini memang sangat terbatas," tutur dia dikutip dari detikFinance, Selasa (13/3/2018).

Dia menambahkan, selain jumlahnya sedikit, mereka pun tak bisa berlama-lama diam di rest area. Terutama bila keadaan rest area tengah penuh. 

"Kebanyakan pun 2 jam diusir, apalagi kalau penuh. Itu juga kendala sendiri," katanya.

Lain halnya bila di jalur Pantura. Truk-truk bisa mampir di sejumlah tempat peristirahatan yang lumayan banyak, juga tempat mencari makan yang bervariasi.

Mereka juga mengeluhkan tarif tol yang mahal. Kyaatmaja mengatakan, untuk perjalanan dari Jakarta ke Surabaya, setidaknya kocek Rp 1 juta harus disiapkan untuk bayar tol. 

Sebelumnya, Dirjen Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, hal itu disebabkan sopir truk tidak membutuhkan waktu tempuh yang cepat. Menurutnya, sopir truk hanya butuh medan yang datar.

"Problemnya gini, dulu perkiraan kita kan 60% truk itu akan masuk tol setelah Cipali jadi, ternyata nggak, tetap. Kita pelajari tadi kenapa, karena truk ini nggak perlu cepat dan jalannya kan datar," kata dia  (dtk/mg)

Category: 
Loading...