Akibat Persediaan Melimpah, Harga Cabai di Riau Turun 50%

Konfrontasi - Sejumlah pedagang di Pekanbaru, Riau, menuturkan bahwa harga semua jenis cabai telah mengalami penurunan sebanyak 50 persen sebagai akibat dari persediaan cabai yang melimpah dari sejumlah Provinsi di Sumatera.

"Harga cabai terus mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir, hal ini dikarenakan pasokan cabe dari Provinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Jawa terus berdatangan," kata salah seorang pedagang Pasar Tampan, Ari di Pekanbaru, Rabu (21/1).

Ari mengatakan menjual jenis cabai merah keriting seharga Rp32.000 per kilogram, dan harga ini jauh menurun dibandingkan dengan harga sebelumnya yang mencapai Rp80.000.

Begitu juga untuk cabai jenis rawit yang saat ini seharga Rp40.000 per kilogram. "Yang jelas hampir semua jenis cabai turun separuh dari harga kemarin," ujarnya.

Penurunan harga juga diterapkan pada bahan sayuran jenis lainnya, seperti tomat, yang saat ini harganya juga turun sebanyak 50 persen.

"Tomat perkilogram saat ini seharga Rp5.000, turun dari harga sebelumnya sebesar Rp10.000," kata Ari.

Untuk tomat, demikian Ari, berasal dari Sumatera Utara dan Sumatera Barat, dan pasokannya juga melimpah saat ini.

"Mungkin karena sedang musim panen dari daerah asal," lanjutnya.

Sementara itu, saat ditanyakan apakah penurunan harga dua jenis sayurang ini dikarenakan dampak dari penurunan BBM, ia menampiknya.

Menurutnya, harga BBM hingga saat ini masih belum berpengaruh pada harga jual sembako.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pekanbaru, El Syabrina mengatakan, sejauh ini dampak penurunan harga BBM baik solar maupun premium telah berdampak pada penurunan harga sembako.

"Walau hanya untuk beberapa jenis, namun tetap dirasakan oleh masyarakat," katanya. (rol/ar)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...