Akbar Tanjung perlu Turun Gunung. Kubu Jokowi/PDIP Khawatir JK Kendalikan Golkar

KONFRONTASI- Menghadapi sepakterjang kubu JK yang kuat secara ekonomi-politik oligarkis, seyogianya Akbar Tanjung yang telah menyelamatkan Golkar dari kehancuran, turun gunung. Dengan demikian,  kubu JK tidak dominan dan mencengkeram. Kalangan Jokowi dan PDIP Megawati sangat khawatir dengan manuver kubu JK di Golkar. Kubu Akbar Tanjung bisa bekerjasama dengan kubu Indra Bambang Utoyo, Ical Bakrie, Luhut Panjaitan, Soksi, MKGR dan Kosgoro.

‘’Bang Akbar Tanjung harus turun gunung untuk menyelamatkan  Golkar dari caplokan pihak lain. Akbar Tanjung bisa bekerjasama dengan PDIP Megawati mendukung Jokowi, punya basis kuat di Golkar dan sangat diperhitungkan  oleh kubu JK,’’ kata Syahroni, Sekjen Humanika yang juga aktivis prodemokrasi.

‘’ Kalau Pak JK yang sudah sangat tua (gaek) ternyata masih berambisi menguasai Golkar, seakan tak ada hentinya hasrat kekuasaannya, maka keluarga Beringin harus mengupayakan tokoh alternative untuk memimpin Golkar,’’ kata Syahroni, aktivis prodemokrasi.

Para analis dan aktivis menyerukan agar Golkar mencari pemimpin alternative diluar kubu JK, yang tidakmembahayakan kepentingan public dan Jokowi-Megawati. Dikhawatirkan  kubu Wapres M Jusuf Kalla menempatkan Erwin Aksa sebagai Sekjen  DPP Partai Golkar, menggusur Idrus Marcham dan memegang kendali Golkar secara penuh, seraya mendepak kubu-kubu pesaing politiknya seperti  kelompok Akbar Tanjung, Aburizal Bakri, Indra Bambang Utoyo, Kosgoro, MKGR, Soksi  dan sebagainya. Cengkeraman JK  di Golkar akan sangat berbahaya bagi Jokowi-Megawati dalam kancah ekonomi politik ke depan.

‘’Kubu JK saya dengar mau pasang Erwin Aksa  jadi Sekjen Golkar, depak Idrus Marcham, kemudian jabatan Ketum Golkar juga dipegang kubu JK dan kondisi ini sangat berbahaya bagi Jokowi-Megawati. Golkar harus cari pemimpin alternative diluar kubu JK, yang tidak membahayakan kepentingan public an Jokowi0-Megawati,’’ kata Nehemia  Lawalata dari PA-GMNI.

‘’Kalau itu terjadi, sangat berbahaya dan riskan bagi publik dan Jokowi-JK. Golkar memang harus menari tokoh alternative untuk menghadang kepentingan kubu JK di Beringin,’’ imbuh Syafril Sofyan, analis politik.

Menurutnya, Golkar  yang baru lepas dari  Setya Novanto yang ditahan KPK akibat kasus korupsinya, akan direbut kembali oleh kubu  M Jusuf Kalla (JK) dan itu menjadi bahaya yang mengancam kepentingan rakyat dan posisi Joko Widodo-Megawati. Hampir pasti jika JK kuasai Golkar, maka Jokowi bakal ditekuk dan dikooptasi kubu JK. ‘’Iyalah, hamper pasti begitu,’’ ujarnya. (kf)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA