22 July 2018

2018 Ini Bank Artha Graha Melalui Bapak Angkat LPPUEK Salurkan KUR Rp 125 Milyar.

KONFRONTASI -   Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Artha Graha melalui bapak angkat Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan UMKM dan Ekonomi Kreatif (LPPUEK) Mitra SP3 pada periode Agustus hingga Desember 2017 mencapai 1562 debitur dengan total uang yang disalurkan Rp 40 milyar.

Dari jumlah itu sebanyak 60 persen dari sektor perdagangan dan jasa dan sisanya yakni sektor produktif diantaranya pertanian, perkebunan, perikanan dan perternakan.

Direktur LPPUEK Sumsel, J Riantoni Nata Kusuma, mengatakan, pihaknya menargetkan pad atahun 2018 semester pertama mulai dari Januari hingga Mei sebanyak 2500 debitur dengan nilai mencapai Rp 62 milyar akan disalurkan.

Target seluruh pada tahun 2018 mencapai Rp 125 milyar dengan total 5 ribu debitur.

–– ADVERTISEMENT ––

 
 

 

Dengan komposisi sektor produktif yang mencapi 70 persen dan 30 persennya sektor perdagangan dan jasa.

Sektor produktif ini akan fokus kepada, kelompok kelompok komunitas dari petambak ikan.

Kelompok tani, diantaranya petani jagung, dan kemudian dari komunitas buah.

Industri batu bata, sektor hultikura yang lain.

"Periode semester pertama ini akan disalurkan dibeberapa daerah OI, OKU Timur, Banyuasin, Pagaralam, Muba dan Palembang," katanya, Sabtu (13/1/2018)

Untuk melaksanakan program tersebut LPPUEK mengandeng Ampera Sriwijaya, aliansi pelaku ekonomi kerakyatan, yang membawahi, hipma kindo (himpunan makanan dan minum), Gapehamm (gabungan pengusaha, makanan ada dan minuman,), Hp3Us (himpunan pemuda pedagang pelaku usaha, sumsel), Solmed (solidaritas merah putih,Sumsel)

Hipsi (Himpunan pedagang pasar seluruh indonesia sumsel), Hipkli (Himpunan pedagang kaki lima sumsel), Asoi (Asosiasi ojek Indonesia)

Asosiasi Pengrajin Batu bata Sumsel, koperasi, dan lainnya.

Riantoni mengatakan, rencananya terhadap sektor sektor yang akan dimasukan tersebut, metode yang akan ditempuh, adalah pemberdayaan dari ulu ke Ilir.

"LPPUEK akan membuat skema, bisnis masing masing sektor dari ulu ke Ilir,' katanya.

–– ADVERTISEMENT ––

 
 

 

Skema yang dimaksud kata dia, semisalnya, pelaku ternak lele hasil produksi diserap oleh pasar dan warung warung rumah makan.

Selanjutnya petani padi, hasil produksinya diserap oleh komunitas dan anggota anggota dan himpunan rumah makan yang berada di bawah komunitas tersebut.

"Sarana dan prasarana akan disiapkan termasuk kebutuhan hidup,' katanya.

Pihaknya juga akan mempersiapkan juga fasilitas terhadap, para pelaku usaha akan dibawah Market plus komunitas ladangrakyat. Co. Id

Market plus komuniti digunakan bagi pelaku pelaku sektor produktif yang ingin menjual produk mellaui fasilitas yang disiapkan secara online.

Sedangkan bagi elaku pelaku sektor perdagangan, aplikasi jajananrakyat juga disipakan untuk para Bina binaan virtual id card.

"Kami memberikan fasilitas debitur masyarakat NUMone)
Binaan transaksi melakukan berbagai jenis pembayaran dan jenis uang," katanya.

Pihak kantor pusat juga saat ini sudah mengembangkan aplikasi e-form. Berbasis smartphone dan untuk mempercepat dan mempermudah layanan kredit bagi masyarakat. (Jft/Sripo)

Category: 
Loading...