Wow Ini Boneka Sigale-gale, Boneka Lucu dari Pulau Samosir

KONFRONTASI - Desa Tomok merupakan kawasan dengan adat budaya yang khas, plus cerita budaya yang melegenda: Boneka Sigale-gale.

Rasa penasaran itu menjadi daya tarik, sehingga Desa Tomok menjadi destinasi wisata budaya wisatawan yang tertarik terhadap budaya Batak khususnya melihat boneka Sigale-gale.

Di sana, jika beruntung wisatawan disambut oleh tarian tor-tor dari penduduk setempat dan tarian sigale-gale, khususnya di hari Sabtu dan Minggu.

Sihoan, penduduk, menuturkan, Sigale-gale adalah boneka yang dapat bergerak-bergerak dan menari. Jika wisatawan ingin melihat tarian Sigale-gale di hari biasa karena tidak ada pertunjukkan, bisa memesan pertunjukan tarian dengan biaya sekitar Rp 200 ribu untuk sekali pertunjukan.

Sedangkan jika sedang ada pertunjukkan, wisatawan bisa menyumbang seikhlasnya.

Menurutunya, dalam bahasa Batak, sigale-gale berarti lemah gemulai, karena gerakan boneka yang lambat dan lembut, maka disebut Sigale-gale.

Di sana, jika beruntung wisatawan disambut oleh tarian tor-tor dari penduduk setempat dan tarian sigale-gale, khususnya di hari Sabtu dan Minggu.

Sihoan, penduduk, menuturkan, Sigale-gale adalah boneka yang dapat bergerak-bergerak dan menari. Jika wisatawan ingin melihat tarian Sigale-gale di hari biasa karena tidak ada pertunjukkan, bisa memesan pertunjukan tarian dengan biaya sekitar Rp 200 ribu untuk sekali pertunjukan.

Sedangkan jika sedang ada pertunjukkan, wisatawan bisa menyumbang seikhlasnya.

Menurutunya, dalam bahasa Batak, sigale-gale berarti lemah gemulai, karena gerakan boneka yang lambat dan lembut, maka disebut Sigale-gale.

"Patung itu kini menjadi khas Batak di tanah Samosir yang memiliki sejarah penting bagi penduduknya," katanya.

Misteri Patung Sigale-gale merupakan sebuah boneka yang terdengar sangat mistis hingga saat ini.

Tapi hal itu pula yang menarik wisatawan hingga tak mau melewatkan atraksi pertunjukkan tarian Si gale-gale oleh penari.

Usman, pengunjung, menuturkan datang bertepatan tidak ada pertunjukkan. Sehingga ia harus berpuas diri dengan hanya mengambil gambar boneka Sigale-gale tanpa dilengkapi tarian dan musik khas Batak saat pertunjukkan dilakukan.

"Tapi melihat bonekanya saja rasa penasaran sudah terbayar, karena melihat pahatan Sigale-gale yang menyerupai seorang laki-laki yang gagah, tegas dan keras serta mahir dalam berperang. Seperti halnya yang dibicarakan penduduk sekitar," katanya.(Juft/Tribun)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA