TNI AU: Berkurban Bisa Perkokoh Persatuan NKRI

Konfrontasi - Komandan Lanud Atang Sendjaja (ATS) Marsekal Pertama TNI Dedy Permadi mengatakan Idul Adha merupakan hari besar umat Islam yang bisa memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

“Dengan berkurban, berarti jiwa kita terhubung dengan ketaqwaan kepada Allah SWT dan dapat memupuk keikhlasan, kepedulian serta kebersamaan yang membimbing kita mencintai Allah dan akhirnya mencintai makhluk ciptaan-Nya,” katanya pada pelaksanaan Shalat Idul Adha 1436 Hijriah/2015 Masehi di lapangan Dirgantara Bondol Lanud Atang Sendjaja Bogor, Jawa Barat, Kamis (24/9/2015).

Selain itu, kata Dedy, berkurban juga untuk mempererat tali persaudaraan kepada sesama manusia serta sikap solidaritas yang tinggi dan memperkuat keteguhan hati dan jiwa untuk membina persatuan dan kesatuan dalam diri kita.

Tema yang diarahkan pimpinan TNI pada Idul Adha kali ini adalah “Melalui Hikmah Idul Adha Kita Tingkatkan Solidaritas, Kepedulian dan Kebersamaan Prajurit TNI Dengan Rakyat Guna Memperkokoh Persatuan Dan Kesatuan Bangsa”.

Dikatakannya pula bahwa Hari Raya Idul Adha merupakan hari besar umat Islam di seluruh penjuru dunia, dengan mengumandangkan suara takbir, tahlil, dan tahmid, kemudian melaksanakan Shalat Idul Adha dilanjutkan dengan penyembelihan hewan ternak dengan berkurban.

Sementara itu, Habib Novel Alaydrus dalam Khotbah Idul Adha di Lanud Ats mengatakan, Idul Qurban ini merupakan peristiwa agung yang memantul dari keteguhan iman, kerendahan hati, dan tawakal sepenuhnya kepada Allah Rabbul Alamin.

“Balasan Allah Subhanahu Wa ta’ala atas ketaatan Nabi Ibrahim dan putranya Ismail sungguh menjadi dambaan setiap orang beriman. Mereka dianugerahi kemampuan mengalahkan hawa nafsunya demi mematuhi perintah Allah,” katanya.

Selain itu, mereka berdua mendapatkan pujian dan keridhaan Allah, mengangkat derajatnya serta memberikan syafaat bagi keturunan yang mewarisi pola hidup tauhid yang beliau dakwahkan.

“Peristiwa bersejarah ini mengandung pelajaran, bahwa anak yang shalih dan shalihah hanya dapat lahir dari keturunan dan lingkungan keluarga yang shalih juga, sekalipun selalu ada pengecualian,” katanya.

Peristiwa ini, katanya lebih lanjut, mengajarkan kita bagaimana menjadi hamba Allah yang taat dan patuh melalui pengamalan Syari’at-Nya. Menjalankan perintah Allah dengan ikhlas, dan rela berkurban harta bahkan nyawa, itulah totalitas kepasrahan Nabi Ibrahim dan puteranya Ismail.

Dikatakannya lagi, sekiranya umat Islam dewasa ini mengamalkan Syari’at Allah menauladani kepatuhan dan kepasrahan Nabi Ibrahim dan Ismail `Alaihissalam, niscaya umat Islam akan dianugerahi kemenangan menghadapi musuh-musuhnya, ditinggikan derajatnya, serta dinampakkan kemuliaan di hadapan lawan-lawannya.

Sedangkan Ketua Panitia Idul Adha Lanud Atang Sendjaja, Letkol Sus Makhin, menjelaskan, pada perayaan Idul Adha 1436 H kali ini, Lanud Ats menyembelih sebanyak delapan ekor sapi dan 64 ekor kambing.

“Kami selajutnya membagikan daging kurban kepada warga sekitar Lanud Atang Sendjaja yang berhak menerima,” ujarnya.

Hadir pada Shalat Idul Adha 1436 H di lapangan Dirgantara Bondol Lanud Atang Sendjaja HM Abdul Kohar, Habib Novel Alaydrus, Komandan Lanud Atang Sendjaja Marsekal Pertama TNI Dedy Permadi SE MMDS, para kadis, Komandan Satuan, Ketua PIA AG Cabang 3/D.I Lanud Ats Ny.Dedy Permadi beserta pengurus, seluruh warga komplek Lanud Atang Sendjaja Bogor, dan masyarakat sekitar Lanud Ats. (akt/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...