Titip Pada Anak Muda Indonesia, Bacalah Enam Buku Ini Sebelum Kamu Meninggalkan Usia 20

KONFRONTASI -    Beberapa generasi millennial mungkin sedang dalam pertengahan bahkan akhir usia 20an, tetapi belum juga tahu apa ingin kamu lakukan dalam hidup, merasa belum memiliki banyak pencapaian yang bisa dibanggakan, kurang pengalaman dan lain sebagainya. Katanya sih itu termasuk ciri quarter life crisis yang mungkin kamu rasakan juga.

Ada baiknya, kamu mengurangi kebiasaan menatap media sosial dan memulai membaca beberapa buku. Tak hanya terbatas pada buku self-help dan motivasi, beberapa novel juga bisa kamu baca untuk sedikit mengurangi kegalauanmu. Yah, mumpung kamu masih berada di rentang usia 20an, gak ada salahnya mencoba membaca buku berikut sebagai bekal di tahap kehidupan selanjutnya.

1. "The Alchemist" oleh Paulo Coelho

Bacalah 6 Buku Ini Sebelum Kamu Meninggalkan Usia 20instagram.com/aweshitshug

Salah satu novel best-seller karya Paulo Coelho ini bisa mengingatkanmu pada mimpi-mimpimu yang mungkin sempat kamu lupakan seiring beranjak dewasa. Buku ini tidak terlalu tebal, hanya 217 halaman dan bisa kamu selesaikan dalam waktu yang cukup singkat. Premis ceritanya juga cukup sederhana tetapi penuh pesan brilian di baliknya.

 

 

2. "The Subtle Art of Not Giving A F**k" oleh Mark Manson

Bacalah 6 Buku Ini Sebelum Kamu Meninggalkan Usia 20instagram.com/markmansonnet

Selain judulnya yang cukup eye-catching, buku ini juga punya gaya bahasa yang mudah dimengerti. Meskipun masuk dalam kategori buku self-help dan motivasi, sang penulis banyak menggunakan pengalaman pribadi serta orang-orang di sekitarnya yang membuat buku ini terasa dekat dengan kehidupan kita. Inti dari buku ini adalah bagaimana sebaiknya kita tidak terlalu ambil pusing dengan ambisi dan tekanan untuk menjadi sempurna.

3. "And the Mountains Echoed" oleh Khaled Hosseini

Bacalah 6 Buku Ini Sebelum Kamu Meninggalkan Usia 20instagram.com/riverheadbooks

Khalid Hosseini merupakan salah satu penulis asal Afghanistan yang terkenal dengan debutnya di "The Kite Runner". Novel "And the Mountains Echoed" adalah karya novel ketiganya. Jika merujuk pada sinopsis, karakter utama pada novel ini hanyalah dua kakak beradik asal Afghanistan yang terpisah saat perang pecah.

Namun, seiring kamu mengikuti kisah dalam novel ini, Hosseini ternyata melebarkan lanskap cerita dan karakter-karakternya. Buku ini mengajarkan kita tentang luasnya dunia, keberagaman, dan pentingnya untuk berpikir terbuka melalui kisah yang menyentuh.

 

4. "The Power of Habit" oleh Charles Duhigg

Bacalah 6 Buku Ini Sebelum Kamu Meninggalkan Usia 20instagram.com/ruchi_cinderelladiaries

Sesuai dengan judulnya, konten buku ini akan berkutat pada kebiasaan. Bagaimana kebiasaan terbentuk dan cara mengubahnya. Melalui perpaduan pendekatan sains, pengamatan, dan pengalaman pribadi, buku ini dikemas cukup menarik. Cocok untuk kamu yang mulai menyadari pentingnya mengurangi kebiasaan buruk seiring bertambahnya usia.

5. "Is Everyone Hanging Out Without Me? (And Other Concerns)" oleh Mindy Kaling

Bacalah 6 Buku Ini Sebelum Kamu Meninggalkan Usia 20instagram.com/mynameisntlizzy

Buku ini pas banget untuk kamu yang sering merasa insecure dengan kehidupan, pertemanan, asmara, karir, bahkan tampilan fisik. Buku ini sebenarnya esai pribadi Mindy Kaling yang tinggal di kota penuh hingar bingar macam Los Angeles. Banyak pembaca yang merasa membaca buku ini bagaikan ngobrol dengan Mindy di sebuah kafe di L.A. Gak hanya miris atau kegalauan yang hadir di buku ini, juga humor-humor segar yang bisa membuatmu senyum-senyum sendiri.

6. "Aku, Meps, dan Beps" oleh Reda Gaudiamo, Soca Sobitha, dan Cecilia Hidayat (ilustrator)

Bacalah 6 Buku Ini Sebelum Kamu Meninggalkan Usia 20instagram.com/post_santa

Pesimis dengan novel karya anak bangsa? Jangan dulu, beberapa penerbit independen ternyata mampu menghadirkan buku-buku berkualitas karya penulis lokal. Melalui buku ini, kedua penulis membawa kita berkelana ke masa kecil melalui karakter seorang anak perempuan yang polos dan naif.

Kisah dalam buku ini bagaikan buku harian, sangat lekat dengan pengalaman pribadi para pembacanya. Meskipun bisa dibaca semua umur, buku ini juga digemari orang dewasa, terutama para milenial yang haus nostalgia.

Berminat menambahkannya dalam wishlist- mu?(Jft/IDNTIMES)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...