Tentang Doa dan Permohonan Ampun Yang Indah Itu

Juftazani

 


Daun-daun usia berjatuhan
Berserakan di halaman rumah yang ditinggali
Anak-anak dan cucu-cucu yang lucu
Selalu mengharu biru
Petikan harpa di saat malam, mengiringi langkahmu menuju padasan
Dan burung kacer mengangetkanmu
Seperti ada benda jatuh dan kemudian melayang jauh
O kau tersadar, ternyata sebuah balok kayu kecil terhempas ke lantai
Dan burung kacer kaget dan langsung bernyanyi
Mengarungi pucuk-pucuk pohon jati

 

Usai menghadap kepada Ilahi, kau berdoa
Wahai Tuhan yang maha pengampun
Ampuni dosa hamba yang lemah ini
Tidak ada yang bisa mengampuni kecuali Engkau sendiri
Jika Kau tak mengampuni dosa dan kesalahanku
Kepada siapa lagi aku berharap?
Sejenak airmatanya berjatuhan dan berderai suara menghiba kepadaNya
Memenuhi malam
Lalu tubuh ringkih digerogoti kanker itu terkulai layu dan menempelkan keningnya di tempat sujud
Sejenak ia berkata:”Tuhan, kapan Engkau memanggilku
Jika Engkau panggil aku 
Berilah aku Husnul Khatimah
Dan jauhilah dariku Su’ul Khatimah
Amin ya Rabb
Semoga Engkau berkenan memelukku dalam kasihMu yang abadi

 


Tangerang, 13 November 2020

 
--------------------

Juftazani, penyair, penulis novel "De Atjeh Oorlog", alumnus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Akan terbit novel keduanya: "De Atjeh-oorlog : Djihad en Koloniaal Machtsvertoon

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...