Syakir Daulay Akui Sedang Terdesak Butuh Uang Saat Tanda Tangan Kontrak

KONFRONTASI -  Penyanyi muda Syakir Daulay akui tak paham saat menandatangani kontrak dengan Pro Aktif Februari 2020 lalu. Saat itu dia sedang dalam kondisi terdesak, sehingga tak memahami dengan baik isi kontrak. "Memang sedang terdesak kan (butuh uang), enggak ditemenin siapa-siapa," kata Syakir saat jumpa pers di kawasan Jakarta, Selatan, Sabtu (9/5/2020).

 

Menurut pengacaranya, Haris Azhar, Syakir tak hanya diberikan uang, tapi bahkan dijanjikan akan diberikan mobil, serta tempat tinggal. "Itu kayak keuntungan yang diberikan lebih dulu semacam deposito atau apa," kata Haris. Namun kemudian diketahui bahwa saat menandatangani kontrak tersebut, Syakir masih di bawah umur dan tidak ada wali yang mendampingi. 

 

"Kontrak yang pertama Syakir masih dibawah umur, jadi otomatis kontraknya itu batal secara hukum," jelas Haris. "Jadi ada kebohongan keluarga ikut jadi wali, itu enggak ada," sambungnya. Kasus yang melibatkan penyanyi muda asal Aceh ini berawal dari masalah akun YouTube Syakir Daulay yang terkenal dengan lagu "Aisyah Istri Rasulullah". Pihak Pro Aktif mengatakan bahwa mereka sudah membeli akun tersebut seharga Rp 200 juta.(Jft/KOMPS)

 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA