SELAMAT JALAN AJIP ROSIDI

Juftazani

 

Satu lagi bintang di langit sastra Indonesia
Mengadakan perjalanan ke akhirat
Disaat langit menangis
Ajip Rosidi kembali ke pangkuan Ilahi
Negeri yang mulai centang perenang lagi
Ditinggal pemimpin-pemimpin berintegrasi
Kini siapa pemimpin negeri ini?


Ajip, Ajip, genangan darah mulai terbayang
Anasir-anasir pengkhianat bermunculan bagai cendawan di saat hujan
Sayang kau begitu cepat meninggalkan kami
Mungkin kau yang kami harapkan merekam perjalanan sejarah terakhir
Negeri ini
Sarpardi Djoko Damono juga tidak
Ia juga telah berangkat ke negeri sana
Tangan-tangan yang meremukkan wajah negeri kian merajalela
Kepada siapa lagi kami mengadukan nasib negeri ini?


Ajip,  airmata jatuh bercucuran
Mengalirkan kesedihan ke hilir negeri ini
Genangan duka dan airmata terus membanjiri
Lihatlah sisa-sisa harapan itu masih memancarkan sinar redupnya
Agar suatu saat negeri ini bangkit
Dan kau beristirahatlah di alam sana
Sunyi memeluk kesendirianmu dalam keridhaan dzat yang suci dan lagi tinggi
Kami akan meneruskan detak negeri ini
Walau dengan langkah terseok dan penuh rintihan anak negeri
Terimakasih atas sumbangsihmu yang tak ternilai
Kami selalu mengiringi keberangkatanmu dengan duka cita
Walau berselempang Luka, darah dan airmata

 

Tangerang, 30 Juli 2020

-------------------------------
Juftazani, penyair, penulis novel "De Atjeh Oorlog", alumnus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Akan terbit novel keduanya: "De Atjeh-oorlog : Djihad en Koloniaal Machtsvertoon

 

 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...