Sejumlah Aspek Kuatkan Bangunan Kuno Pasar Peterongan Masuk Cakar Budaya

Konfrontasi - Upaya Komunitas Pegiat Sejarah (KPS) Semarang untuk menyelamatkan bangunan kuno Pasar Peterongan semakin kuat dengan diperolehnya data penelitian kesejarahan pasar itu.

"Ada beberapa aspek untuk menguatkan bangunan kuno bisa masuk cagar budaya, salah satunya nilai penting kesejarahan dan ilmu pengetahuan," kata Sekretaris KPS Semarang Yunantyo Adi S di Semarang, Senin (17/11).

Menurut dia, bangunan kuno Pasar Peterongan Semarang pernah diteliti aspek kesejarahannya oleh mahasiswa Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro Semarang sebagai skripsi.

Skripsi itu berjudul "Perkembangan dan Peranan Pasar Peterongan di Semarang terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat di Kelurahan Peterongan dan sekitarnya tahun 1978-2001" karya Tri Winarsih.

"Kami mencari skripsi itu dan berhasil menemukannya. Kebetulan, dua aktivis KPS Semarang merupakan mahasiswa Jurusan Sejarah FIB Undip semester akhir yang menemukan skripsi itu di perpustakaan," katanya.

Dengan diperolehnya skripsi itu, kata dia, semakin melengkapi syarat-syarat terpenuhinya bangunan kuno untuk dinyatakan cagar budaya, setelah dari usia bangunan dan aspek arsitekturalnya sudah terpenuhi.

Dua aktivis KPS yang menemukan skripsi itu, yakni Cintya Mradipta dan Ristya Putri Prasijo mengatakan skripsi tahun 2008 itu masih berada di perpustakaan jurusan, namun tidak bisa sembarangan dipinjam.

"Saya mencarinya dan akhirnya dapat di perpustakaan. Hanya saja, (skripsi) tidak bisa dibawa pulang maupun difotokopi. Harus ada permohonan untuk mendapatkan salinan dan untuk tujuan apa," katanya.

Jadi, kata dia, KPS Semarang harus mengajukan permohonan tertulis kepada ketua Jurusan Sejarah dulu untuk bisa meminjam skripsi tersebut, sekaligus maksud peminjaman atau mendapatkan salinan skripsi.

Sementara itu, Pembantu Dekan I Jurusan Sejarah FIB Undip Dr Dewi Yuliati mengatakan apabila KPS berkepentingan terhadap skripsi itu dipersilakan mengajukan permohonan tertulis kepada ketua Jurusan Sejarah.

"Bisa membuat permohonan tertulis untuk kepentingan apa, misalnya dijelaskan saja untuk kepentingan memperjuangkan pencagarbudayaan bangunan kuno Pasar Peterongan ke pemerintah, dan lain-lain," kata Dewi.

Sebelumnya, KPS Semarang telah mendaftarkan cagar budaya dan memohon kajian cagar budaya, sekaligus perlindungan terhadap bangunan kuno Pasar Peterongan yang terancam dibongkar Pemerintah Kota Semarang.

Bangunan kuno Pasar Peterongan Semarang merupakan bangunan pasar aslinya yang dibangun pada 1916, dengan struktur beton dan hampir menyatu dengan Punden Mbah Gosang dan pohon asam berusia ribuan tahun.(akl/ar)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA