Salam dariku, Dari alam seberang

Juftazani

 

 


Karena bumi ditindih ratapan kesedihan terus-menerus
Aku berdoa dari tempat tinggalku kini 
Agar makhluk bumi mengurangi nada-nada kesedihannya sejenak
Melahirkan melodi dan nyanyian abadi
Ingat kampung halaman nan indah
Ingat  ruh malam yang terus bergerak 
Menyambut bisikan rahasia dan bayang-bayang Ilahi mengendap-endap di saat kau tersentak dari mimpi-mimpi
Dan segera kau berwudhu dengan sempurna
Berlari ke hamparan sajadah untuk menemuiNya

 

 

Karena sesungguhnya Dia menciptakan kita dari cahaya
Berbahagialah orang-orang yang selalu mencintai cahaya
Rugilah mereka yang terus berkutat dengan keasyikan benda bersifat dunia 
Buanglah mimpi-mimpi duniawimu dan angan-angan yang hampa
Ini kudengar dari  seekor murai 
Yang bernyanyi tentang keabadian dunia 
Dunia itu pasti kita tinggalkan
Dan sekuntum mawar mengajarkan akan kefanaan saat ia menyembulkan kelopak segarnya 
Esok sore kelopak itu layu dan kembali 
Ke keabadian 
Dan aku pun menari-menari di antara batu-batu kubur.
Saking riangnya menatap wajah keabadian
Salam dariku, Taufik Ahmad Dardiri
Dari alam seberang 

 

 

Tangerang, 12 Oktober 2020

---------------------                  
Juftazani, penyair, penulis novel "De Atjeh Oorlog"terbit 2014. Insya Allah akan terbit novel keduanya awal tahun 2001 nanti, Novel keduanya yang berjudul "De Atjeh Oorlog, Djihad en Koloniaal matchvertoon", alumnus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...