Rumah Budaya Fadli Zon Pentaskan Silat Minangkabau

Konfrontasi - Rumah Budaya Fadli Zon yang berada di Nagari Aia Angek, Tanahdatar, Sumatera Barat, mementaskan silat budaya Minangkabau dan Sunda dalam sebuah acara silaturahim.

"Silaturahim ini untuk memperkuat persaudaraan antar dua budaya yang ada," kata Budayawan Fadli Zon dalam pembukaan acara silaturahim pencak silat dari Minang dan Sunda di Aia Angek, Selasa (11/11).

Pada kesempatan tersebut hadir para tuo silek (guru silat) yang ada di Minang dan Jawa Barat, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Bupati Agam Indra Catri, Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi dan undangan lainnya.

Aliran silat tradisi di Indonesia menurut Fadli Zon memang kebanyakan berasal dari Minangkabau dan Jawa Barat.

"Untuk itu lah kita mengadakan acara silaturahmi ini," katanya.

Keahlian bela diri silat merupakan salah satu budaya bangsa Indonesia yang tidak terlepas dari perannya dalam mengusir penjajah pada zaman dahulu kala.

Sedangkan acara silaturahim tersebut diharap akan bisa mempersatukan aliran silat yang ada di dua daerah tersebut.

"Kita ada kesamaan jurus silat seperti jurus harimau di silat Minangkabau dan jurus macan di silat sunda," kata Fadli.

Menguasai seni bela diri Silat, kata Fadli juga bisa memperkuat jati diri, martabat dan menambah percaya diri untuk tidak ragu menghadapi era globalisasi saat ini.

"Dengan adanya rasa percaya diri, maka kita tidak akan galau menghadapi era globalisasi yang ada saat ini," katanya.

Tokoh silat Sunda Ki Jat Nika mengakui silat yang ada di Jawa Barat dan Minangkabau memang memiliki beberapa kesamaan.

"Silaturahim ini bisa memberikan motivasi bagi pesilat dari dua daerah," katanya.

Bupati Agam Indra Catri menyebutkan, seni budaya silat harus dilestarikan oleh masyarakat, karena budaya bela diri tersebut memiliki banyak manfaat seperti menjaga kesehatan maupun vitalitas seseorang.

"Seseorang yang menguasai seni budaya silat gerak tubuhnya akan halus berbanding terbalik dengan yang tidak menguasai," katanya.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengapresiasi pergelaran budaya silat dua daerah yang berbeda tersebut dilaksanakan di rumah budaya Fadli Zon.

"Semoga kegiatan ini bisa menjadi motivasi kita bersama dalam mempertahankan budaya terutama silat," katanya.

Dalam pertunjukan yang berlangsung menampilkan delegasi silat Minang dari sembilan aliran seperti, silat Kurambi, silat Sungai Patai, Silat Pauh, Silat Kumango, Silat Sitaralak, Silat Tuo, Silat Batu Mandi, Silat Pangian, Silat Sunua.

Sedangkan dari delegasi Sunda menampilkan tujuh aliran dari lima perguruan pencak silat seperti, Perguruan Pencak Silat Cimande, Panca Bela, Sang Saka Buana dan Panglipur.(rol/ar)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...