Riwayat Ringkas William Shakespeare, Sang Pujangga Dunia

KONFRONTASI -    Dikenal sebagai penulis berbahasa Inggris terbesar dalam sejarah, hingga mendapat julukan sebagai penyair nasional Inggris, William Shakespeare menjadi penulis dengan karya teatrikal yang paling banyak dimainkan hingga saat ini. Tak terhitung banyaknya sekolah maupun festival teater yang masih menampilkan karya Shakespeare hingga kini. Puisi-puisinya pun masih banyak dibaca dan dipelajari. Penelitian tentang kehidupan sang pujangga juga masih terus dilakukan, namun sebagian besar tetap belum terungkap. Memiliki julukan "Bard of Avon" atau penyair dari Sungai Avon,William Shakespeare telah menulis setidaknya 37 naskah drama dan sebuah kumpulan puisi. William Shakespeare juga merupakan pendiri rumah teater Globe yang terkenal di London, serta turut berperan dalam perkembangan bahasa Inggris.

 Tidak ada catatan resmi terkait hari kelahiran sang pujangga. Namun ada dokumen yang menunjukkan jika Shakespeare dibaptis di Gereja Trinitas Suci di kota Stratford-upon-Avon, Inggris, pada 26 April 1564. Dari situ diyakini kemudian bahwa William Shakespeare lahir sekitar 23 April 1564 dan tanggal itulah yang kemudian dipakai para peneliti sebagai tanggal kelahiran sang sastrawan. William adalah anak ketiga dari delapan bersaudara. Dia memiliki dua kakak perempuan dan tiga adik laki-laki. Namun tiga di antaranya meninggal saat masih belia. Sang ayah, John Shakespeare adalah seorang pebisnis yang utamanya bergerak di bidang perdagangan kulit. Sedangkan ibunya, Mary Arden merupakan pewaris tanah. Sebelum kelahiran William, John Shakespeare telah menjadi seorang pedagang yang sukses bahkan turut menjadi anggota dewan kota. Namun kemudian, kesuksesan keluarganya menurun sekitar akhir 1570 hingga 1580-an. Hampir tidak ada catatan mengenai masa kecil William, termasuk masa sekolahnya. Namun para peneliti meyakini William belajar di sebuah sekolah bahasa lokal yang dihormati di Stantford.

Di sekolah itulah dia belajar membaca dan menulis serta mendapat pendidikan klasik. Tidak jelas apakah William menjalani masa sekolah hingga lulus atau meninggalkannya untuk belajar berbisnis dari sang ayah. Catatan dokumen yang ditemukan menunjukkan jika William telah menikah di usia 18 tahun. Dia menikahi Anne Hathaway yang berusia delapan tahun lebih tua.  Pernikahan itu dilangsungkan pada November 1582 dan dipersiapkan dengan tergesa-gesa karena Anne yang sudah hamil. Kurang dari tujuh bulan kemudian lahirkan Susanna, pada Mei 1583. Kurang dari dua tahun kemudian, Anne kembali melahirkan pada Februari 1585. Kali ini anak kembar laki-laki dan perempuan yang diberi nama Hamnet dan Judith. Hamnet meninggal saat masih berusia 11 tahun.

Kumpulan karya William Shakespeare yang dipublikasikan pada 1623.

Lihat Foto Kumpulan karya William Shakespeare yang dipublikasikan pada 1623.(ENCYCLOPEDIA BRITANNICA/ THE NEWBERRY LIBRARY) Diyakini William dan Anne lebih sering tinggal terpisah karena sang pujangga yang mengejar karirnya sebagai penulis dan pemain teater di London. Barulah di masa tuanya, Shakespeare pulang kampung dan tinggal dengan keluarganya di Stratford. Karya-karya Sang Pujangga Ada masa tujuh tahun dalam hidup William Shakespeare yang tidak tercatat dalam dokumen apapun, yakni antara 1585 saat kelahiran anak kembarnya, hingga 1592 ketika dia memulai kariernya sebagai penulis dan pemain drama. Selama lebih dari dua dekade berkarya, William Shakespeare telah menulis sebanyak 37 naskah pertunjukan, termasuk yang paling terkenal sepanjang masa, kisah Romeo dan Juliet. Namun tidak ada bukti nyata yang dapat menunjukkan secara pasti urutan pembuatan karya-karya Shakespeare. Sehingga peneliti mengelompokkannya ke dalam tema sejarah, tragedi, komedi dan komedi tragis.

Sebelum era tahun 1600, diyakini William Shakespeare banyak menuliskan karya bertema sejarah dan komedi, meski Romeo dan Juliet bisa disebut pengecualian. Karya-karya awal William Shakespeare di antaranya Henry IV yang dibagi dalam tiga bagian, Richard II dan Henry V yang mendramatisasi kisah penguasa. William Shakespeare juga menulis karya komedi seperti A Midsummer Night's Dream, Merchant of Venice, Much Ado About Nothing, The As You Like It dan Twelfth Night. Drama lain yang ditulis Shakespeare sebelum tahun 1600 termasuk Titus Andronicus, The Comedy of Errors, The Two Gentlemen of Verona, The Taming of the Shrew, Love's Labour Lost, King John dan The Merry Wives of Windsor. Setelah tahun 1600, William Shakespeare mulai lebih banyak menulis cerita bertema tragedi, di antaranya Hamlet, Othello, King Lear dan Macbeth.

Di periode akhir karyanya, dia masih banyak menuliskan tema tragedi komedi seperti Cymbeline, The Winter's Tale dan The Tempest. Karya-karya ini tidak sesuram karya tragedi yang ditulis sebelumnya. Drama lain yang ditulis Shakespeare selama periode ini adalah All’s Well That Ends Well, Measure for Measure, Timon of Athens, Coriolanus, Pericles dan Henry VIII. Tak hanya menulis untuk drama pertunjukan, William Shakespeare juga tak jarang menulis puisi.  Karya puisi yang diterbitkannya salah satunya adalah "Venus dan Andonis" yang dirilis sekitar tahun 1593 ketika teater London ditutup karena wabah penyakit. Puisi Shakespeare yang terkenal lainnya adalah puisi berjudul "The Rape of Lucrece" yang menegaskan bahwa dia tak hanya mahir menulis drama pertunjukan.   

Rumah keluarga Shakespeare di Stratford-upon-Avon, Warwickshire, Inggris.

Lihat Foto Rumah keluarga Shakespeare di Stratford-upon-Avon, Warwickshire, Inggris.(ENCYCLOPEDIA BRITANNICA/ SHUTTERSTOCK) Selain menulis untuk naskah drama, Shakespeare disebut juga turut bermain dalam sejumlah judul pertunjukan yang ditulisnya. Tak hanya itu, pada tahun 1599, William Shakespeare juga mencoba berinvestasi dengan membuka gedung teater pertunjukannya sendiri bersama rekan bisnisnya di tepi selatan Sungai Thames yang diberi nama Teater Globe. Di awal tahun 1600-an, William Shakespeare juga menyewa sebuah bangunan di dekat Stratford, yang kemudian nilainya berlipat dan turut memberinya keuntungan.

Dengan adanya pemasukan dari bisnis properti itu, William akhirnya dapat lebih menfokusnya diri saat menuliskan karya-karya pertunjukannya tanpa gangguan. Akhir Hidup Sang Pujangga Peneliti meyakini William Shakespeare meninggal dunia pada 23 April 1616, tepat di hari ulang tahunnya yang ke-52. Catatan gereja menunjukkan dia dikuburkan di Gereja Trinitas di Stratford. Namun tidak diungkapkan penyebab kematian sang maestro. Dalam wasiatnya, dia meninggalkan sebagian besar harta miliknya untuk putri pertamanya Susanna, selanjutnya baru sebagian kecil yang diberikan kepada sang istri, Anne. Hal ini memunculkan spekulasi pernikahan mereka tidak berjalan mulus, meski hingga kini tidak terbukti.

Makam William Shakespeare berada di Gereja Stratfrod. Pada batu nisannya terdapat tulisan bernada ancaman yang ditujukan kepada para pencuri, yang berbunyi "Diberkatilah mereka yang membiarkan kuburan ini, dan terkutuklah dia yang menggerakkan tulangku". Makamnya masih terawat dan tidak dipindahkan hingga saat ini, meski sempat ada permintaan dari arkeolog untuk membongkarnya demi tujuan ilmu pengetahuan dan mengetahui penyebab kematian sang maestro.  (Jft/KOMPAS)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...