16 October 2018

Puisi Perjuangan Aceh 6

Rapalan Tengku Abdul Jalil di Cot Plieng Bayu

 

 

Juftazani

 

 

 

sejuk rapalan  tengku abdul jalil

saat enam bulan pendudukan jepang di aceh

pemberontakanpemberontakan menyeruak di tanah rencong

tengku abdul jalil, pemimpin dayah di cot plieng bayu

aceh utara - tak pernah percaya : jepang akan menghormati

dan menjunjung tinggi islam

tentara-tentara jepang itu menyuruh rakyat aceh  bersieirei(menyembah matahari)

dan serdadu-serdadunya mandi telanjang di meunasahmeunasah

tengku abdul jalil lalu berkata dengan keras, kepada seluruh muridnya:

talet ase, jitamong bui!

 

 

 

agustus 1942, tengku abdul jalil mengajak murid-muridnya

membacakan hikayat prang sabie

setiap malam tengku membacakan rateb dengan penuh khuyuknya

dan berpesan kepada seluruh murid-muridnya: "jika kita harus mati,

marilah kita mati bukan sebagai budak, tapi mati sebagai syuhada, yang tewas

di medan perang dengan rencong terhunus!"

 

 

 

setelah jepang dengan segala bujukan tak dapat menjinakkan tengku abdul jalil

serdaduserdadu jepang di biruen, lhokseumawe dan lhoksukon

dengan kekuatan 500 tentara

dipersenjatai senapan berat dan tiga meriam

menyerbu cokt plieng bayu

tengku jalil tak mampu menahan serangan tentara kapee jepang

dayah tengku abdul jalil menjadi puing-puing berantakan

127 muridmurid tengku jalil tewas dan 100 orang luka-luka

tengku jalil tak menyerah

keesokan hari, pasukan tengku jalil menyerang tentara jepang dengan ganasnya

100 kapee-kapee jepang tewas dan puluhan lukaluka

 

 

angin kemenangan menderu

pasukan tengku jalil mempersiapkan serangan kedua

belum sempat serangan kedua dilancarkan

tengku jalil diberondong kapeekapee jepang dengan senapan

ketika tengku shalat 'ashar di mesjid buloh gampong tengoh

tengku jalil mati sebagai syuhada yang harum baunya

selamat jalan tengku jalil

seuruga telah rindu sekali menunggumu!

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...