17 October 2018

Perjuangan Rakyat Di Jakarta (1)

 

Mayor A.G. Greenhalgh

 

Juftazani

 

Hujan di jakarta telah dikejutkan pendaratan mayor A.G
Greenhalgh
Dan enam perwira inggris di lapangan terbang kemayoran
Satu bulan setelah proklamasi kemerdekaan repoeblik
indonesia
Peluh keringat, darah dan airmata perasan penjajahan Jepang
3,5 tahun
Masih terasa

 

Laksamana Moeda W.R.Patterson mewakili panglima perang
Asia Tenggara
Lord Louis Mounbatten di Singapura
Mendarat di Tanjungpriuk
Di belakangnya diboncengkan C.H.O.van Der Plas
Wakil Dr.H.J.van Mook, kepala Nederlands Indies Civil
Administration (NICA)
Yang masih berada di negeri Belanda

 

Telah terjadi konspirasi dua kolonial eropa di indonesia
Inggris ingin menolong kawan (tetangga) di eropa
Untuk berkuasa kembali di tanah jajahannya
Berdua negara ini akan mempersiapkan saat-saat kembalinya
Indonesia
Ke pelukan Belanda
Tak sadar bahwa dunia telah berubah
Bajingan-bajingan kolonial itu hendak menggelar kembali
Penindasan, perampasan dan pemerasan rakyat Negara
Republik Indonesia

 

Di tengah kesibukan Belanda
Mempersiapkan kembali menjajah Indonesia (Hindia Belanda)
Anak-anak muda di Tanah Merah (Tanah Abang)
Membuat tonil dan pembacaan puisi untuk mengusir penjajah
Seorang laki-laki tamatan Sekolah Rakyat di zaman Belanda
Berdekalamasi di Tanah Merah:

 

"Aku anak Indonesia
Tak mau jadi kacungmu lagi
Aku kini telah merdeka
Pergilah penjajah laknat, keparat dengan penjajah kalian
Sekali ku ucapkan merdeka
Tetap merdeka
Walau darah dan airmata
Tumpah ke tanah merah
Atau tanah Indonesia yang kucinta
Lebur dan hancur karena kita saling berperang
Memperebutkan kuasa
Siapa yang paling berhak atas negeri yang keramat ini"

 
 
 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...