"Perjanjian dengan Jokowi-Amin Makruf,"Antara Pro dan Kontra dalam Galaw Perjuangan Kita

Juftazani
 
-------------------------------------------------
“Ayo Jokowi Makruf, Kepalkan tangan
Kita buat perjanjian, Telah lama kami sedih
Karena tangis ibu pertiwi, Ini negeri kaya, tapi rakyatmu miskin papa”
-------------------------------------------------
 
Sekelumit jeritanmu pada penguasa
Kesedihan dan keprihatinan yang mengusung harapan masa depan penuh jaya
Tapi suatu ketika, kau (Agus Edy Santoso) pun sadar:
"Ternyata aku telah membeli “kucing dalam karung”
Dan Agus kecewa
 
 
Ayo anak-anak negeri Ini, negara penuh tipu daya
Antara kaum Marxis dan kaum Agama, perankan laku ramah
Tapi banyak kekerasan yang tak masuk akal yang mendidih dan tak bijaksana
Ini Bumi Pancasila, tapi korupsi merajalela – kini semakin merajalela
Aku semakin luka, jiwaku luka
Luka rakyat, luka sahabat, luka aktifis yang selalu bergulat dengan idea dan kenyataan
Perut rakyat tak lagi butuh wacana
Mereka tak butuh pemimpin yang bisa menutupi kebohongan dan luka-luka dirinya
Dan bertahta seperti boneka di singgasana
 
 
Aku kini kecewa
Jika bumi dan dendang kesedihan hatiku ini terluka
Pasti tak ada yang mau mendengar gemuruhnya
Karena rasa kecewa dan kecewa
Pada penguasa, pada ulama, pada pendeta, pada pejabat yang sok kuasa
Kini aku terbaring antara Cikeas, Cendana dan Istana Negara
Telah kututup semua pintu untuk memakmurkan rakyat semua negeri
Aku sudah pasrah, kapan seluruh rakyat Indonesia akan sejahtera
Sedangkan membuka tahun 2020 ini saja, Jokowi Makruf telah membuka keran hutang Rp 63,3 Triliun
Untuk siapa?
Ah, tahu sendirilah kalian
Untuk mulut-mulut serakah yang terus menganga
Dan mulut-mulut rakyat yang menahan perih dan lapar
Tak usah ambil bagian
 
 
Tangerang, 13 Januari 2020
 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA