Perempuan agung ini adalah untaian mutumanikam dari langit

Juftazani

 

Perempuan agung  ini adalah untaian mutumanikam dari langit
Sayidah Khadijah binti Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushai
Adalah elit Quraisy yang memiliki nasab kepada tokoh-tokoh besar
Seperti Waraqah bin Naufal dan Qushai
Perempuan suci dan penuh wibawa ini adalah
Anak perempuan dari Khuwailid bin Asad dan Fatimah binti Za'idah
Perempuan penuh martabat ketinggian dan keagungan ini
Lahir dari kabilah Bani Asad dari suku Quraisy yang berpengaruh besar
Perempuan mulia ini adalah cahaya terang-benderang yang terlepas 13 abad
Dari induknya  Sayidah Siti Hajar di kota Mekah al-Mukaramah

 

 

Perempuan yang mulia ini
Berasal dari golongan pembesar Mekkah, kaya, berkuasa, dan terkenal
Perempuan ini bukan perempuan zamannya yang ikut arus perempuan kebanyakan  
Perempuan ini adalah sosok yang memiliki prinsip hidup kuat
Ia tidak menciptakan citra bagi wibawanya yang palsu dan dibuat-buat

 


Perempuan ini adalah konglomerat terhormat
Sekali kabilah dagangnya mengarungi padang pasir hingga ke Syam
Kekayaannya bertambah ratusan trilyun dirham
Hatinya tak pernah lepas dari kesederhanaan dan kebersahajaan
Perempuan ini adalah hamba terpilih yang didatangkan dari alam perjanjian
Ketika Allah berkata: Alastu  Birabbiku
Perempuan agung ini menjawab: Qaalu Balaa
Sayidah Khadijah adalah perempuan yang memiliki kesetiaan yang tak pernah terputus
Ia abadi dalam kebaikan dan kesabaran
Juga ketabahan

 

Tangerang, 5 April 2021

---------------------     

Juftazani, penyair, penulis novel "De Atjeh Oorlog", alumnus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Juftazani sekarang sedang menyusun sebuah buku Autobiografi Syekh Abdul Fattah, Pendiri Tarekat Idrisiyyah Indonesia, dan sebuah novel keduanya: "De Atjeh-oorlog : Djihad en Koloniaal Machtsvertoon.   
.

 

 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...