25 June 2018

Pencak Silat Meriahkan "Indonesian Day 2015" di Belanda

Konfrontasi - Pencak Silat dan angklung memeriahkan perayaan tahunan "Indonesian Day 2015" yang digelar oleh Yayasan Bunga Sepatu di Kota Best, Belanda.

Pencak Silat dan angklung yang dimainkan tidak saja oleh masyarakat Indonesia tetapi juga masyarakat Belanda yang tinggal kota itu dihadiri lebih dari 200 orang, demikian Minister Counsellor Pensosbud KBRI Denhaag, Azis Nurwahyudi seperti dilansir Antara London, Rabu (20/5).

Kegiatan dibuka dengan tarian dari Sumatra Barat, Indang Badinding, yang dipentaskan kelompok tari Permata dan dilanjutkan dengan penampilan pencak silat yang dipentaskan masyarakat Indonesia di Belanda yang tergabung dalam Permasit, katanya.

Penonton yang berada di Aula Sekolah Menengah Heerbeeck dimanjakan dengan penampilan tarian dari Sumatra Utara, Sirahut Soban, selain dua tarian dari Sumatra, juga ditampilkan tari dari Betawi, yakni Topeng Betawi, Kicir Kicir, Renggong Manis dan Lenggang Kembang yang ditarikan oleh para penari dari Wahana Budaya Nusantara.

Kali ini penari-penari cantik dari Belanda turut mementaskan tarian dengan gerakan lincah dinamis tersebut, sedangkan dari Jawa Timur diwakili tari Jejer Jaran Dhawuk.

Kemeriahan acara ini juga diwarnai dengan penampilan peragaan busana gadis remaja yang memperagakan berbagai kain batik yang ditampilkan secara unik dan menarik. Diiringi musik kendang, para gadis remaja itu berlenggak lengok dengan luwesnya di depan para pengunjung.

"Tidak lengkap rasanya jika Indonesian Day tidak menampilkan musik tradisional Indonesia," kata Ine Waworuntu, penggagas acara, sehingga dalam acara tersebut ditampilkan Angkung.

Para pemain angklung khusus didatangkan dari Kota Eindhoven. Lagu-lagu yang mereka tampilkan seperti dari Aceh sampai Papua, antara lain Bengong Jeumpa, Tak Tong Tong, Dayuang Palinggang, Helarotane, sampai Yamko Rambe Yamko.

Kemeriahan acara dilengkapi dengan adanya bazar makanan dan cenderamata khas Indonesia. Berbagai kain batik, topeng, hiasan rumah, sampai pohon cabai rawit turut dijual pada bazar itu.

Para pengunjung dapat menikmati berbagai kuliner khas Indonesia, seperti nasi goreng, nasi kuning, mpek-mpek, bakso, sSate ayam, sate kambing, sate padang, gado-gado sampai aneka makanan kecil termasuk berbagai macam sambal.

Wakil Wali Kota Best, Peet van de Loo, menyampaikan bahwa kegiatan budaya Indonesia dan terus mendekatkan hubungan antarmasyarakat Indonesia dengan penduduk Kota Best.

Van de Loo menyadari banyak warga di kotanya yang mempunyai ikatan dengan Indonesia, sehingga hubungan baik perlu terus dibina salah satunya melalui seni budaya.

Sementara itu, Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Den Haag, Ibnu Wahyutomo, menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama yang selama ini sudah terjalin dengan Kota Best, dan mengharapkan kerja sama ini terus berlanjut.

Selain menceritakan sejarah kota Jakarta sejak zaman Belanda, Ibnu menceritakan kesenian yang dipengaruhi budaya Eropa seperti Keroncong Tugu yang dipengaruhi Portugis dan Tanjidor yang ada pengaruh Belanda. Ibnu juga mempromosikan berbagai kuliner khas Indonesia seperti Kerak Telor dan Gado-Gado Ibnu berbincang-bincang dengan masyarakat Belanda di kota tersebut yang mempunyai hubungan dengan Indonesia. Salah satunya dengan Henny Damen dari Stedelijk College, yang mengatur program pertukaran pelajar dengan salah satu sekolah di Yogyakarta, menceritakan kegiatan program pertukaran antarsekolah, termasuk program sosial membantu salah satu panti asuhan di Yogyakarta.(akl/ar)

Category: 
Loading...