23 November 2017

Orangtua di Batam Berlomba Masukkan Anak Sekolah Negeri

KONFRONTASI -    Kalau diswata kami tidak sanggup, biaya pendaftaran dan biaya bulananya sangat mahal, sementara saat ini kondisi ekonomi di Batam, sangat sulit walaupun kita kerja, hanya gaji pokok saja yang kita terima setiap bulannya. Inilah ungkapan orangtua yang terus berusaha memaksanakan anaknya masuk sekolah negeri.

Baca: Mengejutkan! Inilah 10 Kepribadian Wanita Menurut Bentuk Bibirnya. Mana Pilihan Anda?

Baca: Terungkap! Beginilah Cara Industri Singapura Akali Batam! Kepala BI Kepri Blak-blakan!

Baca: Ingin Menjadi Saksi Anaknya Masuk SMAN 1 Batam, Orangtua Rela Antre Sejak Pagi!

Baca: Mengejutkan! Ini Besaran Gaji Para Pramugari di Indonesia. Berminat?

Saat ini musim Pendaftaran Peserta Murid Baru (PPDB) hampir semua sekolah khususnya Negeri yang ada di Batuaji dan Sagulung dipadati oleh orangtua dan wali murid untuk mendaftarakan anak mereka sekolah.

Bahkan berbagai macam cara dilakukan oleh orangtua agar anaknya bisa masuk ke sekolah negeri, seperti mengurus surat domisi dari perangkat RT/RW sampai Kelurahan. Tidak sedikit juga dari orangtua dan wali murid yang meminta surat tidak mampu dari kelurahan, agar anaknya bisa diterima di negeri.

"Ini ekonomi Batam, sangat sulit untuk makan sehari-hari saya sudah syukur, kalau anak kita masuk swasta uang darimana lagi kita buat untuk membayar uang sekolah,"kata Anisa warga Kavling Pelopor Sagulung.

Anisa mengatakan saat ini untuk mendaftar ke sekolah swasta paling murah Rp 4 juta."Itu sudah termasuk seragam dan buku, belum lagi biaya sekolah setiap bulannya yang harus dibayarkan,"katanya.

Anisa mengatakan dari pengalamannya menyekolahkan anaknya di Swasta yang ada di Sagulung, biaya sekolah paling murah sebesar Rp 210 ribu, perbulannya itupun untuk tingkat sekolah dasar."Kalau SMP dan SMA, kita belum tahu,"kata Anisa.

Sementara kata Anisa kalau hanya mengharapkan gaji, sudah tentu tidak sanggup."Sekarang kerja diperusahaan kita hanya menerima gaji pokok, lemburan sudah jarang, padahal kita harus sewa rumah, dan makan sehari-hari,"kata Anisa.

Wahyuni, orangtua siswa lainnya mengatakan hal yang sama, dimana sekolah di Negeri biayanya sangat mahal, dan harus dibayar setiap bulannya."Ini makan saja sudah susah, mau bayar uang sekolah lagi setiap bulan, uang darimana kita cari,"katanya.

Dia juga mengatakan peraturan di sekolah swasta lebih ketat dibanding di sekolah negeri."Kalau di sekolah negeri, kita masih bisa ada kelonggaran, kalaupun kita tidak mampu kita masih bisa berharap sama pemerintah, tetapi kalau di swasta tidak mungkin bisa, karena anak kita diswasta,"kata Wahyuni.(Juft/Trbn)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...