Museum Kebangkitan Nasional Pamerkan Koleksi di Semarang

Konfrontasi - Museum Kebangkitan Nasional memamerkan koleksi-koleksinya berupa arsip tentang sejarah kebangkitan nasional di Museum Jawa Tengah Ranggawarsita di Semarang.

"Program museum keliling ini sudah yang keempat kalinya yang kami gelar," kata Kepala Museum Kebangkitan Nasional Tjahjo Purnowo usai diskusi pameran keliling di Semarang, Senin (9/3).

Ia menyebutkan program museum keliling pertama kali digelar Museum Kebangkitan Nasional di Kalimantan Selatan, kemudian Sumatera Utara, Kalimantan Tengah, dan sekarang giliran Jawa Tengah.

Selain menggelar pameran di Museum Jawa Tengah Ranggawarsita, kata dia, pada tahun ini pula Museum Kebangkitan Nasional berencana menggelar program museum keliling di Palu, Sulawesi Tengah.

"Program museum keliling ini memamerkan koleksi-koleksi kami secara berkeliling. Namun, tidak mungkin kami boyong semua koleksi kami. Ada pula program pameran keliling," katanya.

Bedanya, kata dia, program pameran keliling biasanya mengusung tema atau topik-topik tertentu sehingga koleksi yang diusung untuk dipamerkan akan disesuaikan dengan tema khusus itu.

Tjahjo menjelaskan Museum Kebangkitan Nasional memiliki setidaknya 2.000 koleksi yang kebanyakan berupa foto-foto dan dokumen sejarah kebangkitan nasional, serta alat-alat kedokteran.

"Museum Kebangkitan Nasional kan dulunya Gedung Stovia (School Tot Opleiding van Inlandsche Artsen) atau sekolah pendidikan dokter Bumi Putera. Makanya, kami menyimpan banyak alat kedokteran," katanya.

Di antara koleksi yang dipamerkan, di antaranya tas kerja dokter R Angka, seorang pelajar Stovia yang ikut mendirikan organisasi Boedi Oetomo, peralatan kerja dokter dan kebidanan.

Ada pula poster yang menarasikan sejarah-sejarah organisasi yang mendorong kebangkitan nasional, seperti Tri Koro Dharmo, Perhimpunan Indonesia, Sarekat Islam, Muhammadiyah, dan Indische Partij.

"Koleksi kami memang tentang sejarah kebangkitan nasional. Mulainya dari 1908 saat terbentuknya Boedi Oetomo hingga proklamasi kekerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1945," kata Tjahjo.

Sementara itu, Kepala Museum Jawa Tengah Ranggawarsita Semarang Steven Timisela mengapresiasi program museum keliling yang digelar mulai 9-13 Maret 2015 di museum yang dikelolanya.

"Persaudaraan antarmuseum sangat erat sekali. Kami sangat mengapresiasi`program museum keliling ini. Harapannya, ya, bisa semakin mendongkrak tingkat kunjungan ke museum," katanya. (rol/ar)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...