Momen Paling Indah dalam Hidup Adalah Kematian

Juftazani

 

Ketika ruh dicabut dari tubuh
Seperti memisahkan rambut dari tepung
O jiwa yang tenang, kembalilah  kepada tuhanmu
Dan bergemuruhlah masuk ke surgaku.
Aku  ridha padamu dan kamu ridha padaku 
Jiwa-jiwa yang berkelip setenang bintang
Melambai tenang meninggalkan dunia dan segala isinya
Sayonara duniawi
Masihkah manusia tenggelam dalam hiruk pikuk yang tiada berarti


Di saat ruh diberi salam oleh Izrail
Perlahan ruh itu diangkat menuju maqamnya yang tinggi
Tak ada satu makhluk yang tak akan mencicipi lezat atau sakitnya kematian
Bagi yang selalu mendekat kepada keindahan dan yang punya keindahan
Kematian itu sangatlah indah
Setelah salam dari Izrail wajahnya sumringah
Akan berjumpa siapakah kau wahai ruh?
Wajah bercahaya dan bersinar penuh bahagia
Dibimbing menuju langit, melewati kursi dan ‘arsy
Gambaran ‘arsy dengan kursi seperti padang lapang luas dengan tujuh gelang
Yang berserakan di tanah
Memerikan kursi dengan alam semesta bagaikan lapangan dengan tujuh cincin
Tergeletak di atas tanah
Betapa jauh ruh berjalan dengan mengembangkan sayap-sayap kebaikan amal ibadah
Dan sayap-sayap cintanya kepada rabnya


Raihlah kematian yang indah
Kelak kau akan berjumpa dengan ilahi
Yang menghidupkan jantung dan ruhmu
Dalam terang-benderang cahaya abadi


Tangerang, 21 Februari 2021 

 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...