22 July 2018

Mengenang 9 Bintang: Untuk Gus Dur, Cak Nur, Pak Djohan, dkk

Oleh: Denny JA

Rahasia langit,
rahasia hati nurani,
bersembunyi dalam gelap.
Tuhan bersabda:
Lahirlah pemikir!
Lalu segala terang benderang

Malam lalu, Rosa kembali tafakur
Kembali  berpulang seorang pemikir
Bumi lebih redup
Satu bintang kembali ke langit
Menyusul delapan bintang lain.

Sejak tahun 70an, Rosa sudah merapat ke sana.
Sembilan bintang berkilau pada itu generasi.
Mereka hidupkan api Islam,
dan buang abunya.
Mereka dicerca oleh penjaga abu,
Tapi dielu-elukan oleh pencari api.

Oh betapa berkilau 9 bintang itu.
Kini bintang redup satu per satu.
Bumi yang mereka tinggalkan.
Seolah berjalan ke masa silam.
Oh kini lihatlah kesatria itu,
Mereka kembali tinggalkan api Islam,
dan memuja abunya.

Negeri terpecah belah,
Dikuasai oleh para pemuja abu.
Sementara penjaga api,
semakin senyap ke tepi.

Tidak, kata Rosa.
Akan terus kurawat api Islam itu,
bukan abunya.
Akan kuhidupkan kembali
Apinya, bukan abunya.

Serangan akan kutahan.
Dan tanganku menyemai api itu.
Jika tidak sekarang, kapan lagi?
jika bukan aku, siapa lagi?
Mumpung ini negeri belum porak poranda.

Malam ini,
Rosa kembali tafakur,
Mengenang 9 bintang itu.
Mengenang Gus Dur
Mengenang Cak Nur
Mengingat Kang Imad
Mengingat Kang Muslim
Menjaga Pak Djohan
Menjaga Mas Tom
Merawat Bung Eki
Merawat Bung Ismet
Merawat Ahmad Wahib
*

November 2017

(Alfateha untuk 9 Bintang: Abdurahman Wahid, Nurcholish Madjid, Immanuddin Abdurahim, Muslim Abdurahman, Djohan Effendi, Utomo  Dananjaya, Eki Syachrudin, Ismet Nasir, Ahmad Wahib)

Category: 
Loading...