12 December 2017

Mbah Suro: Setelah Pengabdian Panjang 20 Tahun

Oleh: Warih Subekti

Mbah Suro begitu panggilan akrab lelaki paruh baya yang telah dua dasa warsa mengabdi menjadi tenaga keamanan di kediaman pribadi Datuk Aminuzal Amin Radjo Batuah, di Kawasan Elite Kebayoran Baru. Akhirnya pengabdian panjang itu menemui ujungnya, di usianya yang tak lagi muda, setengah abad lewat ia berhenti  mengabdi dengan kesetiaan yang tak diragukan. Hampir dua puluh tahun mengabdi dia belum pernah menikmati upah sebesar  UMR yang berlaku untuk  Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang saat ini mencapai Rp 3300.000, ia hanya mendapat  tak lebih separo dari upah tukang sapu jalan atau Pasukan Orage. Ini dijalani selama itu sebab tak ada alternatif lain yang bisa dilakukannya.

Ia belum tahu apa yang akan dilakukannya ke depan untuk membiayai rumah tangganya dan juga membiayai sekolah kedua putrinya. Dengan keyakinan penuh Tuhan Maha Adil tak sedikitpun ada pesimisme didalam langkahnya menempuh kehidupan selanjutnya.

Dari menentu bos yang notabene “seorang Pengusaha” yang sedikit banyak tahu tentang pengupahan dan peraturan perburuhan, kalau tak salah juga pengurus KADIN dia mendapatkan janji kompensasi 5 juta rupiah, 5 juta rupiah untuk pengabdian selama 20 tahun kira-kira sepadan?, dan inipun akan diberikan selama 5 bulan, jadi ia akan menerima kompensasi 1 juta sebulan selama 5 bulan.

Baginya pengabdian 20 tahun tak berarti apa-apa dan kesetiaan bukan segalanya, dan menantu Pak Bos bilang bahwa Mbah Suro tidak punya kondite, dedikasi, loyalitas dsb, yang semua ini menyangkut aspek menejerial dan keorganisasian dan tata perburuan, semua itu mengesampingkan aspek kemanusiaan dan hubungan emosional yang intens dan berkelanjutan selama puluhan tahun. Selama 20 tahun Mbah Suro mengabdi belum pernah terdengar peristiwa pencurian apalagi kehilangan seumpama ban serep mobil atau pentil juga sepion mobil ini menunjukkan bahwa tak ada cacat yang fatal dari aspek security yang dimiliki Mbah Suro dan bila perlakuan yang diterimannya begitu adilkah?

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...