Lentera: Puisi Berti Nurul Khajati

LENTERA 1

bersuluh kerlip bintang 
dingin menantang 
tenda-tenda terbentang 

menyambut lentera waktu 
subuh menyetubuh

 

LENTERA 2

di belahan dada malam 
kaumekarkan sekejap senyuman 
kautebar pesona keharuman 

melentera jiwa 
magis memantra :wijaya kusuma

 

LENTERA 3

kaubertanya -akankah lentera yang hilang 
kupasang di bilik yang sama?- 
kujawab -tidak, biarkan dia di sana 

selama aku bisa memandang kerlipnya 
dalam puisi malam yang menggurita-

 

LENTERA 4

kuraba detak di langit dadamu 
berbicara lewat pendulum rasa 
dengan interval yang sama 

meski gelombang kita berbeda 
di jantungmu kulenterakan manja

 

LENTERA 5

jangan padamkan dulu lenteramu, Die 
meski dingin makin menggigit kulit 
meski redupnya makin kehilangan cahaya 

kankujagakan selalu untukmu 
sampai kauaras kenikir jinggaku

[Bekasi, 2017/04/23]

________________________________

Berti Nurul Khajati, Guru tinggal di Bekasi

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA